Penanganan Ikan Di Atas Kapal

Penanganan ikan di atas kapal - Ikan merupakan sumber makanan hewani yang banyak mengandung protein yang sangat baik untuk kesehatan manusia. Dibandingkan dengan daging hewan lainnya (daging hewan darat), daging ikan lebih cepat mengalami penurunan mutu maka perlu penanganan yang baik.

jadi Untuk mendapatkan mutu ikan yang baik, maka ikan perlu mendapat penanganan yang cepat dan tepat. Kerusakan atau penurunan mutu ikan dapat terjadi segera setelah ikan mengalami kematian. Peristiwa ini terjadi karena mekanisme pertahanan normal ikan terhenti setelah ikan mengalami kematian. Dan Kematian ikan di saat ikan terangkat ke atas kapal.

Penanganan ikan hasil tangkapan pada prinsipnya terjadi di dua tempat, yaitu: pertama ketika ikan masih berada di atas kapal dan yang kedua ketika ikan sudah di daratkan di pelabuhan, akan tetapi penanganan di kapal dan setelah didaratkan di pelabuhan merupakan satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya karena penanganan sebelumnya akan mempengaruhi mutu hasil akhir dari produk hasil tangkapan.

Penanganan Ikan Di Atas Kapal

Penanganan Ikan Di Atas Kapal

Penangkapan ikan di laut dengan hasil yang optimal tidak akan mempunyai arti apabila di dalam penanganan ikan hasil tangkapan, tidak memperhatikan faktor kesegaran dan kesehatan ikan. Faktor kesegaran dan kesehatan ikan adalah faktor yang mutlak untuk diperhatikan agar kualitas/mutu ikan terjamin, sebagaimana menjadi isu global pada saat ini.

Jenis ikan yang mempunyai arti penting dalam perdagangan internasional dewasa ini adalah tuna (Thunnus Spp.) dan cakalang (Katsuwonus pelamis). Tuna merupakan komoditas unggulan perikanan Indonesia dan menempati urutan kedua ekspor perikanan Indonesia setelah udang.  

Menurut evaluasi Komisi Stock Assesment tahun 1999 potensi sumberdaya ikan (SDI) Indonesia sebesar 1.053.500 ton per tahun, diantaranya stok tuna sebesar 223.700 ton per tahun. Dengan demikian peluang pengembangan komoditas tuna masih dapat menjadi tumpuan harapan sekaligus tantangan dalam kegiatan ekonomi bangsa Indonesia.

Indonesia merupakan pemasok ikan tuna (tuna mata besar dan ekor kuning) di pasar jepang. Namun pengimpor ikan di pasar Tsukiji-Jepang mengeluh, karena ikan tuna dalam bentuk segar dan bahan baku sashimi atau sushi yang berasal dari Indonesia mengalami penurunaan ukuran dan mutu (Warta Pasar Ikan, Nopember 2006).

Pada bulan Mei tahun 2004, Komisi Kesehatan dan Perlindungan Konsumen Uni Eropa melarang ekspor sementara ikan tuna segar dari 16 perusahaan Indonesia lantaran mengalami pembusukan atau histamine dan mengandung logam berat. Selain 16 perusahaan yang terkena larangan ekspor itu, Departemen Kelautan dan Perikanan telah mencabut izin ekspor 11 perusahaan demi menghindari dampak lebih buruk lagi. (tempointeraktif, 2005).

Keracunan makanan akibat mengkonsumsi produk perikanan kemungkinan bisa terjadi, sehingga produk perikanan perlu ditangani dengan serius agar tidak berbahaya bagi konsumen. 

Pada umumnya keracunan makanan akibat mengkonsumsi pada beberapa jenis ikan disebabkan oleh toksin, yaitu scrombrotoxin, ciguatoxin, dan tetradotoxin. Ikan tuna termasuk golongan Scrombroidae yang didalam dagingnya memungkinkan terbentuk scrombrotoxin, sehinggga bila tidak ditanganani dengan baik dapat menyebabkan keracunan. Senyawa pada ikan Scombroidae yang dapat menyebabkan keracunan adalah histamin yang merupakan hasil asam amino bebas histidin oleh enzim histidine dekarboksilase.

Penanganan ikan hasil tangkapan untuk nelayan skala kecil pada umumnya menggunakan bantuan es. Sedangkan untuk kapal-kapal skala insdustri menggunakan sistem pendinginan dengan mesin refregrasi, dengan hasil tangkapan dalam bentuk beku atau bentuk segar (fresh fish) menggunakan air laut dingin yang lebih dikenal dengan sebutan RSW (Refregrated Sea Water). RSW (Refregrated Sea Water) pada saat ini sudah banyak digunakan untuk penanganan ikan tuna segar yang mempunyai nilai jual tinggi.

Penanganan Ikan Di Atas Kapal

close
Penanganan Ikan Di Atas Kapal Rating: 4.5 Diposkan Oleh: zavirraa khan

1 komentar:

  1. Alat penangkapan ikan harus ramah lingkungan.....agar lingkungan dan habitat sumber daya ikan bisa di lestarikan

    ReplyDelete