Klasifikasi Dan Morfologi Kepiting Bakau

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI KEPITING BAKAU - Salah satu hidangan yang paling populer di restoran seafood ataupun makanan laut lainnya adalah kepiting. Karena kepiting mempunyai sensasi yang berbeda dengan jenis binatang laut lainnya. Kepiting termasuk kedalam hewan laut yang mempunyai ekonomis tinggi.

Kepiting Bakau

Kepiting bakau (Scylla spp) merupakan salah satu jenis dari Crustaceae dari famili Portunidae yang mempunyai nilai protein tinggi dan dapat dimakan, (Scylla spp) merupakan salah satu spesies yang mempunyai ukuran paling besar dalam genus Scylla  (Kuntiyo dkk, 1994). 
Kepiting bakau (Scylla spp)
Kepiting bakau (Scylla spp)

Klasifikasi Kepiting Bakau

Klasifikasi kepiting bakau Scylla serrta menurut (Kasry, 1996) adalah sebagai berikut:

  • Filum               : Arthropoda
  • Kelas               : Crustaceae
  • Sub kelas         : Malacostraca
  • Ordo                : Decapoda
  • Sub ordo         : Branchiura
  • Famili              : Portunidae
  • Sub famili        : Lipilinae
  • Genus              : Scylla
  • Spesies            : Scylla serrata

Morfologi Kepiting Bakau

Deskripsi kepiting bakau menurut Rosmaniar (2008), Famili portumudae merupakan famili kepiting bakau yang mempunyai lima pasang kaki. Pasangan kaki kelima berbentuk pipi dan melebar pada ruas terakhir.

karapas pipi atau cagak cembung berbentuk heksagonal atau agak persegi. Bentuk ukuran bulat telur memanjang atau berbentuk kebulatan, tapi anterolateral bergigi lima sampai sembilan buah. 
Dahi lebar terpisah dengan jelas dari sudut intra orbital, bergigi dua sampai enam buah, bersungut kecil terletak melintang atau menyerong. Pasangan kaki terakhir berbentuk pipih menyerupai dayung. Terutama ruas terakhir, dan mempunyai tiga pasang kaki jalan.

Kepiting bakau Scylla serrata memiliki bentuk morfologi yang bergerigi, serta memiliki karapas dengan empat gigi depan tumpul dan setiap margin anterolateral memiliki sembilan gigi yang berukuran sama. Kepiting bakau memiliki capid yang kuat dan terdapat beberapa duri (Motoh 1979 dan Perry 2007).

Berdasarkan anatomi tubuh bagian dalam, mulut kepiting terbuka dan terletak pada bagian bawah tubuh. Beberapa bagian yang terdapat di sekitar mulut berfungsi dalam memegang makanan dan juga memompakan air dari mulut ke insang. 

Kepiting memiliki rangka luar yang keras sehingga mulutnya tidak dapat dibuka lebar. Hal ini menyebabkan kepiting lebih banyak menggunakan sapit dalam memperoleh makanan. Makanan yang diperoleh dihancurkan dengan menggunakan sapit, kemudian baru dimakan (Shimek, 2008).

Ciri ciri Umum Kepiting Bakau

Secara umum morfologi kepiting bakau dapat dikenali dengan ciri sebagai berikut :

  • Seluruh tubuhnya tertutup oleh cangkang.
  • Terdapat 6 buah duri diantara sepasang mata, dan 9 duri disamping kiri dan kanan mata.
  • Mempunyai sepasang capit, pada kepiting jantan dewasa Cheliped (kaki yang bercapit) dapat mencapai ukuran 2 kali panjang karapas.
  • Mempunyai 3 pasang kaki jalan.
  • Mempunyai sepasang kaki renang dengan bentuk pipih.
  • Panjang  karapas ± 2/3 dari lebarnya, permukaan karapas sedikit licin kecuali pada lekuk yang berganula halus didaerah brancial.
  • Pada dahi terdapat 4 buah gigi tumpul tidak termasuk duri ruang mata sebelah dalam yang berukuran hampir sama.
  • Merus dilengkapi dengan tiga buah duri pada anterior dan 2 buah duri pada tepi posterior.

Karpus dilengkapi dengan sebuah duri kokoh pada sudut sebelah dalam, sedangkan propudus dengan 3 buah duri atau bentol, satu diantaranya terletak bersisian dengan persendian karpus dan 2 lainnya terletak bersisian dengan persendian dactillus. Moosa et al., (1995), menegaskan bahwa ketiga spesies tersebut jika dilihat secara sepintas tidak tampak perbedaannya, namun jika diamati lebih teliti akan tampak dengan jelas perbedaannya.

Jenis Kepiting Bakau

Menurut Keenan et al., (1998), bahwa ada empat jenis kepiting bakau, yaitu 
  1. - Scylla serrata, 
  2. - S. tranquebarica, 
  3. - S. paramamosain
  4. - S. olivacea. 

Hal ini didasarkan pada hasil investigasi genetika yakni DNA. Kepiting bakau (Scylla spp) sendiri dapat dibedakan dari tiga jenis lainnya berdasarkan morfologi. Morfologi yang dimaksudkan yakni bentuk duri baik pada karapaks maupun pada bagian capitnya serta warna dominan pada tubuhnya. 

Kepiting bakau memiliki duri relatif pendek dibandingkan dua spesies lainnya dan warna kemerahan hingga orange terutama pada capit dan kakinya.

Habitat Dan Distribusi Kepiting Bakau

Kepiting merupakan fauna yang habitat dan penyebarannya terdapat di air tawar, payau dan laut. Jenis-jenisnya sangat beragam dan dapat hidup di berbagai kolom di setiap perairan. 

Sebagaian besar kepiting yang kita kenal banyak hidup di perairan payau terutama di dalam ekosistem mangrove. Beberapa jenis yang hidup dalam ekosistem ini adalah Hermit Crab, Uca sp, Mud Lobster dan kepiting bakau. Sebagian besar kepiting merupakan fauna yang aktif mencari makan di malam hari (nocturnal) (Prianto, 2007).

Kebiasaan Makan Kepiting bakau (Scylla spp)

Dalam hutan mangrove biasanya kepiting besar menyerang kepiting yang lebih kecil, dan melumpuhkan dengan merusak umbai-umbai, kemudian merusak karapas menjadi potong-potongan dan mengambil bagian-bagian yang lunak dari mangsanya untuk dimakan.  

Menurut Arriola (1940) dalam Rosmaniar (2008) kepiting bakau adalah organisme pemakan segala  bangkai (Omnivorous – scavenger) dan pemakan sesama jenis (cannibal).

Kepiting bakau juga merupakan pemakan bentos atau organisme yang bergerak lambat seperti bivalvia, kepiting kecil, kumang, cacing, jenis-jenis  gastropoda dan crustacea (Rosmaniar, 2008). 

Selanjutnya menurut Hutching dan Sesanger (1987) mengatakan bahwa kepiting bakau hidup disekitar hutan mangrove dan memakan akar-akarnya. Tangan dan capit kepiting yang besar memungkinkan menyerang musuh dengan ganas dan merobek makanannya. 

Menurut Rosmaniar (2008) sobekan-sobekan makanan tersebut dimasukan ke mulut dengan menggunakan kedua capitnya.waktu makan kepiting bakau tidak tertentu, tetapi malam hari lebih aktif mencari makan dari pada siang hari karena kepiting tergolong hewan nokturnal yang aktif di malam hari.

Ruaya Kepiting Bakau

Menurut Kasry (1996) kepiting bakau dalam memnjalani hidupnya beruaya dari perairan pantai ke perairan laut, kemudian induk dan anaknya berusaha kembali ke perairan pantai, muara, sungai atau daerah hutan mangrove untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak. 

Rosmaniar (2008) menyatakan kepiting bakau melangsungkan perkawinan di ekosistem bakau dan secara berangsur-angsur sesuai dengan perkembangan telurnya yang betina akan beruaya ke laut menjauhi pantai mencari perairan yang kondisinya cocok untuk melakukan pemijahan, 

sedangkan kepiting jantan yang melakukan perkawinan atau yang telah dewasa akan tetap berada di perairan bakau, tambak, sela-sela akar mangrove atau paling jauh disekitar perairan pantai, yaitu di perairan berlumpur yang makanannya berlimpah. 

Pertumbuhan Dan Reproduksi Kepiting Bakau

Seperti hewan air lainnya reproduksi kepiting terjadi di luar tubuh, hanya saja sebagian kepiting meletakkan telur-telurnya pada tubuh sang betina. Kepiting betina biasanya segera melepaskan telur sesaat setelah kawin, tetapi sang betina memiliki kemampuan untuk menyimpan sperma sang jantan hingga beberapa bulan lamanya. Telur yang akan dibuahi selanjutnya dimasukkan pada tempat (bagian tubuh) penyimpanan sperma. 

Setelah telur dibuahi telur-telur ini akan ditempatkan pada bagian bawah perut (abdomen).  Jumlah telur yang dibawa tergantung pada ukuran kepiting. Beberapa spesies dapat membawa puluhan hingga ribuan telur ketika terjadi pemijahan. 

Telur ini akan menetas setelah beberapa hari kemudian menjadi larva (individu baru) yang dikenal dengan “zoea”. Ketika melepaskan zoea ke perairan, sang induk menggerak-gerakkan perutnya untuk membantu zoea agar dapat dengan mudah lepas dari abdomen. 

Larva kepiting selanjutnya hidup sebagai plankton dan melakukan moulting beberapa kali hingga mencapai ukuran tertentu agar dapat tinggal di dasar perairan sebagai hewan dasar (Prianto, 2007).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

           
         
close