Perikanan Tangkap Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.

Indonesia tengah bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Dampak terciptanya MEA adalah pasar bebas di bidang permodalan, barang dan jasa, serta tenaga kerja.tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian dikawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN.Menjelang MEA yang sudah di depan mata, pemerintah Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan langkah strategis dalam sektor tenaga kerja, sektor infrastuktur, dan sektor industri.Salah satu yang menjadi masalah dalam menyambut MEA ini adalah penyiapan tenaga kerja yang terampil dan berkompeten sehingga perlu dilakukan penyiapan tenaga kerja yang berkompeten dan berdaya saing.langkah yang diambil dalam waktu dekat ini adalah memberikan pelatihan dan sertifikasi sehingga tenaga kerja Indonesia dapat bersaing dengan tenaga kerja asing.

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang mendukung perekonomian di Indonesia,oleh karena itu untuk menyambut MEA perlu penyiapan tenega kerja yang berkompeten dan tersertifikasi agar mesyarakat perikanan Indonesia mampu berdaya saing dengan dengan tenaga kerja asing khususnya dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia.Untuk itu Pemerintah Indonesia dalam hal ini kementerian kelautan dan perikanan dituntut untuk menyiapakan tenaga kerja dibidang perikanan dan kelautan yang berkompetenRespon yang diambil oleh pemerintah dalam menghadapi MEA ini adalah dengan diadakannya Work Shop uji kompetensi bidang perikanan tangkap dengan tema “Kesiapan Tenaga Kerja Perikanan Tangkap Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.


work shop ini dilaksanankan selama 2 hari dari tanggal bertempat di BBPI Semarang.Pertemuan dibuka olehKepala Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang, dengan narasumber dari LSP-KP, Balai Diklat Aparatur Sukamandi BPSDM-KP, dan PT. Pudji Utami (PT. PUMI).  Peserta yang hadir sebanyak 56 orang yang berasal dari Universitas Diponegoro, SMK Perikanan lingkup Pulau Jawa dan BBPI Semarang.ada puyn materi yang disampaikan dalam work shop ini sebanyak 5 judul anatara lain
 1. Peran daya saing SDM KP dalam menghadapi MEA yang disampaikan oleh bapal Im ron  Natsir, 2. Work Shop Uji Kompetensi dalam rangka Menyiapkan Tenaga Kerja Perikanan Tangkap disampaikan oleh Kepala BBPI semarang, 3.sertifikasi kompetensi menyongsong MEA 2015 disampaikan oleh Bapak Heri Marwuto, 4. Sinergi kegiatanpenyiapan tenaga kerja kp disampaikan oleh bapak Heri Marwuto, 5. peran serta generasi muda kompeten dalam meningkatkan daya saing bangsa di era masyarakat ekonomi asean (MEA) disampaikan oleh Kepala Balai diklat aparatur sukamandi.
Dari hasil pemaparan materi oleh narasumber serta diskusi yang dilakukan maka work shop ini menghasilkan rumusan sebanyak 9 hasil rumusan yaituTUK BBPPI perlu mengadakan uji kompetensi setiap tahun untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dalam menghadapi MEA.
Pelaksanaan sertifikasi uji kompetensi perlu dijadwalkan dengan sumber dana dari LSP-KP, TUK BBPPI, atau swadana peserta. Perlu adanya sinergi antara asosiasi penempatan tenaga kerja, LSP-KP, TUK BBPPI, dan SMK untuk melakukan survei dan pemetaan sumberdaya manusia di sekolah perikanan di Indonesia. Dalam rangka menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan pasar yang diwadahi forum sinergi penyiapan tenaga kerja Kelautan dan Perikanan. Dalam rangka persiapan pembentukan TUK di sekolah, perlu disiapkan adanya asesor kompetensi di masing-masing sekolah, ditempuh dengan pelaksanaan diklat asesor kompetensi di TUK BBPPI.Sertifikasi yang dilaksanakan TUK BBPPI harus sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.Sekolah perlu melakukan sinkronisasi kurikulum dengan materi uji kompetensi di bidang kelautan perikanan dan standar uji kompetensi bidang perikanan tangkap.Asosiasi penempatan tenaga kerja perikanan tangkap (diwakili PT.PUMI) perlu memberikan kepastian terhadap tenaga kerja yang berstatus waiting list. Asosiasi penempatan tenaga kerja perikanan tangkap perlu memikirkan pemanfaatan mantan magang tenaga kerja luar negeri untuk menjadi wirausaha muda yang didukung oleh LSP-KP dan SMK.Perlu adanya penyamaan konsep yang harus dimiliki oleh seluruh guru kelautan dan perikanan dan dijadwalkan dalam bentuk diklat/bimtek yang dilakukan oleh BPSDM-KP, TUK BBPPI, LSP-KP untuk penyatuan pemahaman konsep terkait dengan kurikulum yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan.Semoga dengan adanya work shop ini tenaga kerja Indonesia siap dan mampu bersaing dalam menghadapi MEA sehingga mesyarakat Indonesia tidak menjadi penonton di negeri sendiri, mengingat arus barang dan tenaga kerja serta jasa yang akan masuk ke Indonesia akan semakin banyak.

close
Perikanan Tangkap Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Rating: 4.5 Diposkan Oleh: zavirraa khan

0 komentar:

Post a Comment