MENGENAL JENIS JENIS ANGIN

MENGENAL ANGIN DAN JENIS NYA - Mengapa angin bertiup dari arah yang berbeda-beda? Apa sajakah jenis-jenis angin? 

Angin Adalah peristiwa alam yang merupakan kejadian akibat dari aliran udara dalam jumlah yang besar dan di pengaruhi oleh rotasi bumi serta juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin Yang Kita kenal pada umunya tak terlihat tapi bisa di rasakan,

Baca Juga ; Mengenal Kapal Layar

Pergerakan angin terjadi pada tempat udara bertekanan tinggi ke tempat udara bertekanan rendah. 

Pada bentuk yang paling sederhana, arah mata angin berubah karena adanya sistem tekanan tinggi dan sistem tekanan rendah di sekitarnya. Semakin besar perbedaan tekanan antara kedua sistem, semakin besar pula energi potensialnya. 

MENGENAL JENIS JENIS ANGIN

MENGENAL ANGIN DAN JENIS NYA
MENGENAL ANGIN DAN JENIS NYA
Begitu pula dengan arah mata angin pada wilayah dengan tekanan yang sangat tinggi dan berbatasan dengan wilayah dengan tekanan yang sangat rendah, 

maka arah mata anginnya akan jauh lebih kuat dibanding dengan arah mata angin pada wilayah dengan tekanan yang lebih sama. 

Angin bertiup dari arah yang berbeda-beda karena adanya perputaran bumi yang menciptakan arah mata angin yang mempunyai pola arah mata angin.
Angin mempunyai pola arah mata angin searah jarum jam pada belahan bumi bagian utara dan berlawanan dengan arah jarum jam pada belahan bumi bagian selatan. 

Pita dari arah mata angin tersebut cenderung memiliki stabilitas yang lebih kuat dan biasanya membuat angin menjadi lebih kuat, yang berarti arah mata angin yang lebih dominan dan kecepatan dari wilayah tertentu lebih kuat.

Faktor Penyebab Terjadinya Angin 

Penyebab terjadinya anginlah yang menyebabkan arah tiupan angin yang berbeda pada suatu tempat, misalnya angin muson yang bisa menentukan suatu musim. 

Faktor terjadinya angin antara lain:

- Bilangan Gradien Barometris yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isabor yang jaraknya 111 km. 

Dimana Makin besar nilai bilangan gradien barometrisnya, makin cepat tiupan anginnya.

- Kecepatan angin di dekat garis khatulistiwa lebih cepat dari pada yang jauh dari garis khatulistiwa.

- Ketinggian tempat mempengaruhi kecepatan angin, semakin tinggi tempat semakin kencang tiupan angin. 

Selain tekanan maka Hal ini karena adanya pengaruh oleh adanya gaya gesekkan yang menghambat laju udara, 

Dimana semakin tinggi suatu tempat maka gaya gesekkan udaranya akan menjadi semakin kecil.

- Perbedaan waktu pada siang hari angin bergerak lebih cepat daripada malam hari.
Penyebab lainnya angin yang bertiup dari arah yang kecepatannya berbeda adanya pola badai siklon, yang agaknya memiliki pusaran yang bertahan sendiri di dalam atmosfir dan memiliki sistem tekanan yang sangat rendah di pusatnya dimana pita perputaran dari arah mata angin di bagian luar. 

Ketika udara terhisap ke dalam sistem tekanan rendah, maka udara tersebut akan dikonversikan ke dalam pusaran angin.

Jenis-jenis Angin 

Jenis-jenis angin yang kita kenal di antaranya;

Angin muson atau yang dikenal dengan sebutan angin musim, merupakan angin yang bertiup secara berkala minimal 3 bulan sekali, setiap periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan dan berganti arah setiap setengah tahun. 

Angin muson terbagi menjadi dua, yaitu angin muson barat, angin berhembus dari benua Asia dan menyebabkan Asia mengalami musim dingin dan di benua Australia terjadi musim panas. 

Di Indonesia bagian barat curah hujannya lebih banyak hal ini karena angin melewati tempat  perairan dan samudra yang luas. 

Angin Muson Barat

Angin muson barat menyebabkan Indonesia mengalami musim penghujan terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari. Terutama pada bulan Januari kecepatan angin lebih besar sehingga curah hujan lebih banyak. 

Angin Muson Timur

Sedangkan angin muson timur adalah angin yang mengalir dari benua Australia, menyebabkan terjadi musim dingin di Australia dan benua Asia mengalami musim panas. 

Di Indonesia bagian timur terjadi sedikit curah hujan yang sedikit karena angin melewati celah-celah sempit seperti di berbagai gurun (Gibson, Australia besar, dan victoria) ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau yaitu terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.

Angin darat

Angin darat
Angin darat
Angin darat yaitu angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi malam hari sekitar pukul 20.00 sampai dengan jam 06.00 di daerah pesisir pantai. 

Pada malam hari daratan menjadi dingin lebih cepat daripada lautan karena kapasitas panas tanah lebih rendah daripada air. 

Akibatnya, terjadi perbedaan suhu yang menyebabkan angin laut lambat laun menghilang dan sebaliknya muncul perbedaan tekanan yang berlawanan karena tekanan udara di atas laut lebih panas menjadi lebih rendah daripada daratan. 

Sehingga terjadilah angin darat terutama bila angin laut tidak cukup kuat melawannya.

Jenis angin Darat ini Biasanya di gunakan atau di manfaatkan oleh para nelayan tradisional di dalam mencari ikan yaitu Dimana Angin Darat akan menggerakan Sampan nya menuju kelaut.

Angin Laut

Angin laut
Angin laut 
Angin laut yaitu angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat terutama terjadi pada siang hari sekitar pukul 09.00 sampai pukul 16.00. 

Berbeda dengan Angin darat dimana angin laut di gunakan oleh para nelayan untuk kembali menuju daratan setelah mencari ikan di tengah laut mengguakan sampan tradisioal.
Angin lembah yaitu angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung dan terjadi pada siang hari.
             
angin lembah dan angin gunung

Angin gunung merupakan angin yang berhembus dari puncak gunung atau pegunungan dimana angin tersebut menuju ke arah lembah dan terjadi pada malam hari.
Angin Lembah
Angin Lembah

Sedangkan Angin Lembah adalah kebalikan dari angin Gunung dimana angin lembah angain yang bertiup atau berhembus dari lembah menuju puncak gunung.

Angin Fohn

Jenis Angin yang membawa panas adalah angin Fohn . Dimana Angin Fohn atau yang lebih di kenal dengan angin jatuh adalah angin yang terjadi sesuai hujan orografis. 

Angin  yang bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur yang berbeda juga bisa di sebut dengan angin Fohn

Angin fohn terjadi karena perbedaan temperatur dan suhu dan angin tersebut bersifat panas dimana angin berhembus dari puncak gunung dan angin tersebut membawa panas setelah uap air di buang pada waktu terjadinya orografis.

Angin ini terjadi karena adanya gerakan massa udara yang naik pada pegunungan yang tinggi lebih dari 200 meter di satu sisi ke sisi yang lain. 

Angin fohn ini sangat berbahaya, bisa bersifat panas merusak dan menimbulkan korban. 

Tanaman yang terkena angin ini akan mati dan apabila terkena manusia akan menurunkan daya tahan tubuhnya sehingga mudah terjangkit penyakit.

Angin Badai

Terjadinya angin badai atau angin topan memilki kecepatan arah mata angin yang dapat diukur pada wilayah yang berbeda dan tergantung dari wilayah mana badai siklon berada. Garis badai merupakan salah satu sifat cuaca lainnya yang dapat terjadi berulang kali. 

Pada dasarnya, hal tersebut merupakan awan hujan dan bergerak pada kecepatan yang dapat diprediksi. 

Awan hujan bergerak secara vertikal ke atas dengan efektif menciptakan wilayah dengan tekanan yang sangat rendah di bagian bawahnya yang menarik angin dari berbagai sisi, namun tetap didorong mengikuti jurusan angin dari arah yang kuat. 

Secara garis besar, angin dapat bertiup dari arah yang berbeda disebabkan karena adanya perputaran bumi atau rotasi bumi sehingga terjadi pergerakan angin yang berbeda. 

Sering kali hal tersebut menyebabkan udara memiliki tekanan yang lebih tinggi di atas daripada tekanan di atas air.  

Dan juga terjadi karena adanya atmosfer bumi yang dapat menciptakan kondisi arah mata angin yang berbeda. 

close
MENGENAL JENIS JENIS ANGIN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nina aysiana runny

0 komentar:

Post a Comment