Pelabuhan Perikanan Nusantara

PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara)
Pelabuhan Perikanan Nusantara
Pelabuhan Perikanan Nusantara atau dikenal juga sebagai pelabuhan perikanan tipe B, atau kelas II. Pelabuhan ini dirancang terutama untuk kapal perikanan berukuran 15-16 GT sekaligus. Pelauhan Jenis ini hanya sedikit dan perlu di tambah kembali. Untuk menjadi negara maritim, fisik pelabuhan khusunya pelabuhan perikanan nusantara harus ber standart Internasional

Pelabuhan ini juga melayani kapal perikanan yang beroperasi di perairan ZEE Indonesia dan perairan nasional. Jumlah ikan yang didaratkan sekitar 40-50 ton per hari atau 8.000- 15.000 ton per tahun.

Related Posts:

pelabuhan perikanan pantai,

pelabuhan Perikanan Pantai
PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai)
Pelabuhan Perikanan Pantai disebut juga pelabuhan taraf C atau kelas II. Dimana Pelabuhan Perikanan pantai ini jumlahnya paling banyak dan bisa di pastikan disini tempat beraktifitasnya nelayan nelayan kecil. Nelayan nelayan kecil ini di ibaratkan seperti armada semut dan daerah paling banyak terdapat di Pantai utara jawa ( Pantura )

Pelabuhan ini dirancang untuk melayani kapal perikanan yang berukuran 5-15 GT. Pelabuhan ini dapat menampung 50 kapal atau 500 GT sekaligus.Pelabuhan ini juga melayani kapal perikanan yang beroperasi di perairan pantai.

Related Posts:

Pelabuhan Perikanan Samudera

Pelabuhan Perikanan Samudera
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.16/MEN/2006 tentang Pelabuhan Perikanan, Pelabuhan Perikanan dibagi menjadi 4 kategori utama  Diantaranya Adalah PPS ( Pelabuhan Perikanan Samudera )

• PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera)

Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), dikenal juga sebagai pelabuhan kelas A atau kelas I. Pelabuhan perikanan ini khusus dirancang untuk melayani kapal yang berukuran > 60 GT.
Pelabuhan ini dapat menampung 100 kapal atau total 6000 GT sekaligus, atau dapat pula melayani kapal perikanan yang beroperasi di perairan lepas pantai, ZEE, dan perairan internasional. Jumlah ikan yang didaratkan sekitar 40.000 per tahun dan juga memberikan pelayanan untuk ekspor.

Related Posts:

Kemunduran Mutu Ikan Segar

Ikan Segar
 Kemunduran Mutu Ikan Segar - Ikan adalah bahan pangan yang mudah sekali rusak terutama dalam keadaan segar akan cepat sekali mengalami kerusakan sehingga mutunya menjadi rendah. Kerusakan ini dapat terjadi secara biokimiawi maupun secara mikrobiologi. Kerusakan biokimiawi disebabkan oleh adanya enzim-enzim dan reaksi-reaksi biokimiawi yang masih berlangsung pada tubuh ikan segar. Kerusakan biokimiawi ini sering kali disebut dengan otolisa, yakni kerusakan yang disebabkan oleh dirinya sendiri. Sementara itu kerusakan mikrobiologi disebabkan karena aktifitas mikroba, terutama bakteri. Di dalam pertumbuhannya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mikroba memerlukan energi yang dapat diperoleh dari subtrat tempat hidupnya. Daging ikan merupakan subtrat yang baik sekali untuk bakteri karena dapat menyediakan senyawa-senyawa yang dapat menjadi sumber nitrogen, sumber karbon, dan kebutuhan-kebutuhan nutrien lainnya untuk kebutuhan hidupnya (Hadiwiyoto, 1993).

Related Posts:

Mutu Ikan Segar

Mutu Ikan Segar - Penanganan ikan setelah penangkapan atau pemanenan memegang peranan penting untuk memperoleh nilai jual ikan yang maksimal. Salah satu faktor yang menentukan nilai jual ikan dan hasil perikanan yang lain adalah tingkat kesegarannya. Semakin segar ikan sampai ke tangan pembeli maka harga jual ikan tersebut akan semakin mahal. Tingkat kesegaran ikan ini sangat terkait dengan cara penanganan ikan (Junianto, 2003).

Menurut Hadiwiyoto (1993), Penanganan yang tepat merupakan kunci keberhasilan mempertahankan kesegaran ikan, karena hal tersebut menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk menentukan nilai jualnya. Untuk mendapatkan hasil perikanan yang mempunyai kesegaran yang baik perlu diperhatikan beberapa hal pada pekerjaan pengesan, antara lain adalah :  jumlah es yang digunakan,  cara penambahan es pada hasil perikanan,  waktu lamanya pemberian es,  ukuran wadah yang digunakan,  menghindari pengesan ikan yang masih kotor dan luka.

Related Posts:

Pengembangan Pelabuhan Perikanan

Pengembangan Pelabuhan Perikanan -  Saat ini sebenarnya perikanan dan kelautan kita sedang menghadapi sebuah titik krusial menuju kepada kemandirian di sektor perikanan dan kelautan. Dan kemajuan tersebut tak lepas dari beberapa program dan kebijakan di pemerintah sebelumnya. Seperti Pada tahun 2008 , KKP di bawah presiden SBY telah dibangun 966 pelabuhan perikanan dan pangkalan pendaratan ikan, yang terdiri dari 6 PPS, 13 PPN, 45 PPN dan 901 PPI. Sebagian besar pelabuhan perikanan dan pangkalan pendaratan ikan dibangun di Indonesia Bagian Barat dengan 673 (69,67%), Indonesia Bagian Tengah sebanyak 208 (21,53%), dan sebagian Indonesia Bagian Timur sebanyak 85 buah (8,8%).  Pembangunan pelabuhan tersebut karena sebagai upaya dari pemerintah agar masyarakat khusunya nelayan bisa berdaya saing dan lebih maju.

Dengan panjang garis pantai yang mencapai 95.181 km dan besarnya sumberdaya ikan yang dimiliki, idealnya Indonesia membutuhkan tidak kurang dari 3.000 pelabuhan perikanan, atau 30 km terdapat satu pelabuhan perikanan atau pangkalan pendaratan ikan. dengan rasio ideal tersebut, setidaknya Indonesia mendekati Jepang yang memiliki rasio satu pelabuhan perikanan setiap 11 km, atau melebihi Thailand yang memiliki rasio satu pelabuhan perikanan setiap 50 km. Namun pemerintah terkendala oleh keterbatasan anggaran untuk membiayai pembangunan pelabuhan perikanan dan pangkalan pendaratan ikan. 

Related Posts:

Peranan Pelabuhan Perikanan

Pelabuhan Perikanan
Peranan Pelabuhan Perikanan - Pada hakekatnya pelabuhan perikanan merupakan basis utama kegiatan industri perikanan tangkap yang harus dapat menjamin suksesnya aktivitas usaha perikanan tangkap di laut. Pelabuhan perikanan berperan sebagai terminal yang menghubungkan kegiatan usaha di laut dan di darat ke dalam suatu sistem usaha dan berdayaguna tinggi. Pelabuhan perikanan yang modern setidaknya memberikan gambaran bahwa nelayan dan pengusaha perikanan kita benar benar memperhatikan kualitas produk perikanan.

Aktivitas unit penangkapan ikan di laut, keberangkatannya dari pelabuhan harus dilengkapi dengan bahan bakar, perbekalan makanan, es dan lain-lain secukupnya. Dan aktifitas tersebut juga perlu campur tangan dari pemerintah. Agar bisa menyediakan keperluan keperluan yang di inginkan nelayan sebelum berangkat ke laut,

Informasi tentang data harga dari kebutuhan ikan di pelabuhan perlu dikomunikasikan dengan cepat dari pelabuhan ke kapal di laut. Setelah selesai melakukan pekerjaan di laut kapal akan kembali dan masuk ke pelabuhan untuk membongkar dan menjual ikan hasil tangkapan. Pola pelabuhan sebagai keluar masuknya unit penangkapan dalam hal ini kapal perikanan Harus selalu terkontrol. Kontrol inilah yang setidaknya saling menguntungkan, baik untuk pemerintah maupun untuk pengusaha perikanan dan nelayan

Related Posts:

Alat Tangkap Rajungan

RAJUNGAN
Alat Tangkap Rajungan - Rajungan sebagai Komoditas yang sangat tinggi setidaknya menjadikan harapan nelayan untuk terus melaut. Rajungan biasanya hidup di daerah lumpur dan untuk habitat tersebutlah maka sebagai nelan harus pandai pandai dalam menggunakan alat tangkap.

Seperti kita ketahui bahwa untuk harga perkilo dari daging rajungan bisa mencapai harga 65 ribu sampai 85 ribu perkilo. Dan untuk ekspor, harga rajungan menjadi sangat tinggi sehingga banyak nelayan nelayan mulai beralih alat tangkap ke penangkapan rajungan.Sebagai produk ekspor, hasil penangkapan ikan berupa rajungan harus memenuhi ketentuan pasar atau perdagangan ekspor yang terkait dengan pemasaran luar negeri. Produk produk perikanan seperti hanya daging rajungan harus sesuai dengan standart produk dari negara yang akan di ekspor produk dari indonesia.

Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) sebagai lembaga yang ikut menstabilkan kontinuitas produk rajungan Indonesia dari segi kualitas dan kuantitas telah memperhatikan kekentuan baku produk rajungan untuk ekspor. Dalam hal ini perhatian selain ditujukan kepada sumberdaya rajungan adalah kepada pelaku dan sarana penangkapan rajungan.

Related Posts:

Potensi Perikanan Kabupaten Mimika

Penangkapan Ikan
Potensi Perikanan Kabupaten Mimika - Mimika mempunyai Potensi Perikanan yang sangat besar dan potensi tersebut selama ini masih kurang di manfaat secara maksimal dan berkelanjutan. Setelah di larangnya alat tangkap Trawl yang selama ini banyak mengambil sumber daya ikan di mimika 

kini Kondisi sumber daya ikan di mimika berangsur angsur telah pulih. Kondisi ini apabila tidak di manfaatkan maka bukan tidak mungkin sumber daya ikan tersebut banyak yang bermigrasi ke negara tetangga sebelum di manfaatkan oleh nelayan mimika khususnya dan indonesia pada umumnya.Tidak banyak yang tahu bahwa ternyata Mimika juga menyimpan potensi perikanan yang luar biasa. Kabupaten ini masuk kedalam wilayah pengolahan perikanan (WWP) 718 meliputi Laut Arafura dan sekitarnya, wilayah ini memiliki potensi udang, ikan baramundi dan kepiting.

Untuk harga Udang tiger menjadi primadona para nelayan, harga yang ditawarkan yakni sekitar Rp. 180.000/kg, bahkan udang tiger sudah mulai di ekspor ke Langkawi Malaysia walau dengan jumlah yang terbatas. Perlu ada campur tangan pemerintah pusat agar potensi potensi tersebut benar benar untuk kehidupan nelayan yang lebih baik

Related Posts:

Sekilas Pelabuhan Perikanan Di Indonesia

Pelabuhan Perikanan
Sebaran Pelabuhan Perikanan Di Indonesia - Sebagai Negara kepulauan yang begitu besar dan peranan nelayan yang harus selalu di fasilitasi maka kehadiran pelabuhan perikanan menjadi mutlak untuk ada dan di perbaiki serta di tingkatkan terus kualitasnya. Pelabuhan Perikanan di indonesia terbagi beberapa kriteria jenis pelabuhan perikanan dan pembagian tersebut sesuai dengan  atau Berdasarkan peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor: per.16/men/2006 tentang pelabuhan perikanan, pelabuhan perikanan dibagi menjadi 4 kategori utama yaitu :

  • PPS (pelabuhan perikanan samudera)
  • PPN (pelabuhan perikanan nusantara)
  • PPP (pelabuhan perikanan pantai)
  • PPI (pangkalan pendaratan ikan)

Related Posts:

Hari Nelayan Tak Semeriah Kehidupan nya

Nelayan Modern
profesi nelayan.Sebagai Negara kepulauan sudah seharusnya sektor kelautan dan perikanan menjadi penyangga utama kehidupan di indonesia. Negara sekaya dan seluas laut Indonesia maka nelayan merupakan salah satu mata pencaharian yang mempunyai kontribusi besar, Baik secara kuantitas jumlah mauapun secara pendapatan. Yang menjadi persoalaan adalah dimana nasib nelayan yang saat ini kurang di minati oleh generasi muda karena kesejahteraan dan kurang menjanjikannya 

Related Posts:

Revalidasi Data Nelayan Banten Pengguna Arad

Revalidasi Data Nelayan  Banten Pengguna Arad - Arad adalah alat tangkap ikan yang di gunakan sebagian besar di wilayah Pantura. Jenis Alat tangkap ini di operasikan dengan di tarik dan Alat tangkap ini sudah melanggar dari PERMEN 02 tahun 2015 Tentang Pelarangan Alat tangkap. Perkembangan alat tangkap ini bahkan sudah sangat meresahkan, apabila alat tangkap ini tidak segera untuk di hentikan maka ancaman pada ekosistem dan  biota laut akan rusak dan terus terganggu.


Related Posts: