Waspada,Modus Baru Pencurian Ikan

Setelah kebijakan tentang pelarangan kapal kapal asing beroperasi dengan menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia. Para pengusaha pengusaha pemilik kapal asing menjadi resah dan kelabakan. Bahkan bukan hanya kapal asing, kapal yang eks asing pun ikut di larang untuk di pergunakan menangkap ikan.

Para perusahaan perusahan asing tersebut masih sangat berminat untuk tetap mencuri dan menangkap ikan di Indonesia. Karena di Indonesia mempunyai kandunan Sumber data ikan Yang masih tertinggi di dunia.  Apapun akan di lakukan oleh mafia mafia pencuri ikan dan para pengusaha pengusaha asing di antaranya adalah ;

- Membeli kapal kapal milik nelayan

Kapal kapal milik nelayan di beli oleh para pengusaha asing untuk kembali menjalankan aktivitas pencurian ikan nya. Kapal kapal yang di beli oleh pengusaha asing harus memiliki kapasitas di atas 30 Gross Ton ( GT ). Selain membeli kapal mereka juga sekaligus memberi surat ijin penangkapan ikan ( SIPI ) nya.

- membuat perusahan pengolah perikanan fiktif

Setelah membeli kapal kapal nelayan untuk memperlancar dalam pendistribusian produknya mereka mulai membangun pabrik pabrik pengolahan fiktif. Yang terkadang nama dari pemilik pabrik bukan pengusaha asing tetapi menggunakan nama orang pribumi untuk mengelolanya. Praktek praktek seperti terjadi karena untuk mengirim produk keluar negeri semakin ketat dengan adanya pelarangan transhipment atau bongkar muat di tengah laut.

Modus modus ini apabila tidak di siasati lebih dalam bukan tidak mungkin nelayan nelayan Indonesia akan tetap menjadi kacung di negeri sendiri. Bahkan nilai tukar nelayan yang sudah naik akan kembali turun.

Related Posts:

0 Response to "Waspada,Modus Baru Pencurian Ikan"

Post a Comment