Kabar Gembira, 2017 Bantuan Kapal Berjumlah 2.090 Unit

Kementrian kelautan dan perikanan Mulai menggulirkan bantuan kapal besar berukuran 70 gros ton dan 120 gros ton. Kapal besar itu diharapkan beroperasi di perairan perbatasan dan perairan yang kosong setelah ditinggalkan kapal asing. Zona wilayah wilayah yang kosong adalah natuna dan perairan arafura.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar dalam ”Refleksi Kinerja Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan 2016 dan Outlook 2017”, Kamis (5/1), di Jakarta, mengemukakan, target bantuan kapal ikan untuk nelayan tahun ini 2.090 unit. Target bantuan 2.090 kapal dengan nilai sekitar Rp 1 triliun itu meningkat dibandingkan dengan tahun 2016, yakni 1.719 unit. Bantuan kapal itu terdiri dari
- 429 kapal penangkapan ikan ukuran di bawah 5 gros ton (GT)
- 498 kapal 5 GT
- 92 kapal 10 GT
- 3 kapal 20 GT
- 20 kapal 30 GT.
Di samping itu, 12 kapal besar ukuran 70 GT dan 4 kapal 120 GT. Selain itu, KKP juga meng- alokasikan bantuan kapal pengangkut ikan sebanyak 17 unit ukuran 70GT dan 5 kapal 100GT.

Pengadaan kapal melibatkan 60 galangan yang sudah lolos lelang melalui katalog elektronik (e-katalog). Bantuan kapal direncanakan untuk koperasi nelayan. ”Pengadaan kapal akan dimulai bulan Januari. Pembangunan kapal diharapkan tuntas pada pertengahan tahun,” kata Zulficar.

Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan KKP Minhadi Noer Sjamsu mengemukakan, pihaknya masih mengkaji peruntukan bantuan kapal penangkapan ikan ukuran besar di atas 30 GT. Kapal-kapal itu nantinya diharapkan mengisi perairan perbatasan, seperti Natuna dan Arafura, yang kini relatif kosong sejak pelarangan operasional kapal-kapal asing.

Minim realisasi pada 2016.

Pengadaan bantuan ribuan kapal ikan melalui proses e-katalog kini memasuki tahun kedua. Tahun 2016, pengadaan bantuan kapal hanya terealisasi 752 kapal

Pengadaan kapal akan dimulai bulan Januari. Pembangunan kapal diharapkan tuntas pada pertengahan tahun.

atau 43,74 persen dari target 1.719 unit. Dari jumlah itu, kapal yang sudah tersalurkan ke koperasi nelayan hingga akhir tahun baru 85 unit. Menurut Minhadi, minimnya realisasi bantuan kapal sepanjang tahun 2016 dipicu sejumlah masalah, antara lain galangan mengalami kesulitan modal kerja, tenaga kerja dan keterampilan terbatas, serta penguasaan teknologi yang minim. Tercatat 16 kapal yang sudah dibangun oleh galangan ditolak karena tidak memenuhi spesifikasi kapal. Kendala lainnya, keterlambatan mesin kapal dan pasokan material serta sebaran galangan kapal yang tidak merata.

Di sepanjang pantai barat Sumatera, bahkan tidak ada galangan kapal yang lolos e-katalog pengadaan kapal. Menurut Zulficar, program pengadaan bantuan kapal melalui e-katalog merupakan pertama kalinya. Ia tidak menutup kemungkinan peruntukan kapal bantuan pada tahun lalu untuk 170 koperasi nelayan diwarnai salah sasaran. Ia menambahkan, bantuan kapal yang terbukti salah peruntukan dan bukan untuk kepentingan nelayan akan dibatalkan.

”Kapal ditarik kembali dan dialihkan ke koperasi yang lebih berhak,” katanya. Meski bantuan kapal terus bergulir, target produksi perikanan tangkap tidak mengalami peningkatan. Tahun 2017, produksi perikanan tangkap ditargetkan 6,67 juta ton atau lebih rendah daripada pencapaian produksi 2016.

Related Posts:

0 Response to " Kabar Gembira, 2017 Bantuan Kapal Berjumlah 2.090 Unit "

Post a Comment