Sertifikat Kelayakan Penangan dan Penyimpanan Ikan ( SKPPI )

Dalam rangka memenuhi permintaan Uni eropa ( EU ) agar produk perikanan Indonesia harus memenuhi standar Uni Eropa maka Indonesia akan meningkatkan nilai tambah pada hasil produk perikanan. 

Keseriusan pemerintah dalam hal ini di buktikan dengan keluarnya peraturan pemerintah ( PP) No. 57 Tahun 2015 Tentang system jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta Peningkatan nilai tambah produk hasil perikanan. Sedangkan untuk perikanan tangkap dalam hal ini Dirjen tangkap juga mengeluarkan peraturan Dirjen Tangkap NO. 84/ PER-DJPT/ 2013 tentang sertifikasi cara penanganan ikan yang baik diatas kapal perikanan dan/atau kapal pengangkut ikan.





Kemudian implenmentasi dari Peraturan Dirjen perikanan tangkap tersebut akan di buatkan dan diterapkan sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik ( CPIB ) dimana dalam persyaratan CPIB di perlukan adanya sertifikat mengenai Kelayakan Penanganan dan penyimpanan ikan ( SKPPI ). Upaya agar pelaksanaan SKPPI berlangsung efektif dan effisien maka di perlukan Standart Operational Prosedur ( SOP ) sebagai acuan untuk petugas verifikasi dalam penerbitan SKPPI. Maka Dirjen Tangkap Melalui Direktur Kapal dan alat penangkapan ikan mengandakan BIMTEK SKPPI

Kegiatan Bimtek tersebut berlangsung di Balai Besar Penangkapan Ikan (BPPI) Semarang Pada hari kamis dan jumat Tanggal 10 -11 November 2016 Kegiatan ini di hadiri oleh Petugas verifikasi SKPPI dari berbagai pelabuhan perikanan.

Selain itu Bimtek ini juga bertujuan agar para petugas verifikasi bisa mengetahui tentang Persyaratan apa saja yang perlu di lengkapi bagi pemohon SKPPI dalam hal ini kapal perikanan dan kapal pengangkut ikan dan dalam melakukan verifikasi agar memperhatikan hal hal yang sesuai dengan SOP dan mengisi buku check list yang benar. Adapun hal yang perlu di check list diantara nya :

  • Kondisi kapal untu penanganan diusahkan harus higienis dan saniter.
  • Kondisi kapal untu penanganan diusahkan agar tidak bersentuhan dengan kayu langsung.
  • Tata letak dan desain kapal perikanan di usahakan agar tidak ada hewan yang bisa keluar masuk seperti tikus, serangga dan bakteri
  • Harus memperhatikan temperature yang di syaratkan untuk ruang penyimpanan, penanganan dan pengolahan.
  • Ikan yang disusun tidak boleh bersentuhan langsung dengan ikan yang lain dan deck palkah.
  • ABK kapal di haruskan ada yang mengikuti program pelatihan dalam penanganan ikan.

Itulah sebagian kecil dari beberapa check list tentang SKPPI. BBPI semarang sebagai UPT di bawah Dirjen tangkap pun di harapkan agar selalu mensosialisasikan tentang CPIB dan SKPPI dan di harapkan mendapatkan inovasi agar bisa di gunakan oleh nelayan untuk meningkatkan Nilai tambah pada produk perikanan tangkap. Itulah sedikit artikel tentang SKKPI Dan Baca juga ALur tentang SKKPI

close
Sertifikat Kelayakan Penangan dan Penyimpanan Ikan ( SKPPI ) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: zavirraa khan

1 komentar:

  1. Terlalu banyak program tetapi hasilnya masih segini gini saja...

    ReplyDelete