Dua tokoh penentu Wajah KKP

Kementrian kelautan dan perikanan masih tetap fokus dalam usaha untuk menghapus praktek illegal fishing, keberlanjutan sumber daya perikanan dan kedaulatan di perairan indonesia. Untuk membantu tugas berat ini maka di bentuklah SATGAS 115. Dimana tugas satgas diantaranya juga mengkoordinasikan dengan instansi yang terkait. Sebenarnya kalau boleh jujur seharusnya kementrian koordiansi maritim dan sumber daya alam tidak terlalu dalam untuk mengintervensi atau mengurus tentang kebijakan yang telah di buat dan di tetapkan oleh MKP Susi Pudjiastuti.
Dua minggu yang lalu Pengusaha Perikanan bertemu dengan ibu Susi,
Minggu lalu Gubernur se_ Indonesia bertemu ibu Susi,
Kemaren Senin 19/09 2016 Nelayan dan Pengusaha Perikanan bertemu Pak Luhut, Substansi yang di bicarakan pro kontra :
Permen 56 Thn 2014 tentang Moratorium Izin Usaha Perikanan Tangkap,
Permen 57 Thn 2014 tentang Transhipment muatan kapal di tengah laut,
Permen 02 Thn 2015 tentang Larangan Pukat Hela dan Pukat Tarik,
Dan sudah sangat jelas  Bahwa permen tersebut kepentingannya tetap pada komitmen awal KKP yaitu menghapus praktek illegal fishing, keberlanjutan sumber daya perikanan dan kedaulatan di perairan indonesia.
Jika beliau berdua antara bu susi dan pak luhut bersinergi akan.menjadi mantap perikanan dan kelautan kita.Kita semua setuju tolak illegal fishing dan usir nelayan asing,kita juga harus yakin bahwa nelayan kita mampu mengoperasikan kapal hingga 400 GT tapi kita juga harus sadar kemampuan sumber daya manusia nelayan kita lebih banyak Di bawah 10 GT ,celakanya yang di bawah 10 GT juga banyak sekali terdampak permen 02 tahun 2015.
Kedepan agar pemerintah bisa terus memperbaiki tata kelola kelautan dan perikanan agar hasil yang di dapatkan bermuara pada kesejahteraan nelayan.

Related Posts:

0 Response to " Dua tokoh penentu Wajah KKP "

Post a Comment