Kapal, Pemeliharaan dan perawatannya



Sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan laut seluas 2/3 dari keseluruhan luas wilayah Indonesia, maka fungsi laut menjadi sangat strategis dan penting sebagai media penghubung antar pulau yang memersatukan bangsa, melalui transportasi laut. Selain itu perairan laut yang sangat luas dan kaya dengan sumberdaya hayati dan nir hayati ini, juga telah memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk memanfaatkannya melalui kegiatan perikanan, pertambangan, pariwisata, dan lain-lain. Kesemuanya itu dilakukan dengan menggunakan sarana apung yang disebut dengan perahu atau kapal.
Berdasarkan data statistik menyebutkan sebanyak 665.245 unit (dengan jumlah keseluruhan isi kotor 731.851 GT) kapal tercatat diseluruh pelabuhan laut komersial maupun non komersial di Indonesia (BPS, 2001). Dari jumlah tersebut sebanyak 449.558 unit (67,58%) merupakan kapal ikan yang dikategorikan kedalam perahu tanpa motor sebanyak 230.867 unit, perahu motor tempel sebanyak 121.022 unit dan kapal motor berukuran 0-200 GT sebanyak 97.669 unit (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2002). Data tersebut menunjukkan bahwa kapal ikan menduduki porsi terbesar dari sarana apung yang terdapat di perairan laut Indonesia.
Kapal perikanan atau kapal ikan didefinisikan sebagai kapal atau perahu atau alat apung lainnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan termasuk melakukan survei atau eksplorasi perikanan, untuk menangkap ikan termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan dan kapal pengangkut ikan yang secara khusus dipergunakan untuk mengangkut ikan termasuk memuat, menampung menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan.
Berdasarkan defenisi-definisi tersebut di atas, maka kapal ikan sangat beragam dari kekhususan penggunaannya hingga ukurannya, kapal ikan tersebut terdiri dari kapal atau perahu berukuran kecil berupa perahu sampan (perahu tanpa motor) yang digerakkan dengan tenaga dayung atau layar, perahu motor tempel yang terbuat dari kayu hingga pada kapal ikan berukuran besar yang terbuat dari kayu, fibre glass maupun besi baja dengan tenaga penggerak mesin diesel.
Jenis dan bentuk kapal ikan ini berbeda sesuai dengan tujuan usaha, keadaan perairan, daerah penangkapan ikan (fishing ground) dan lain-lain, sehingga menyebabkan ukuran kapal yang berbeda pula.
Kapal ikan merupakan salah satu jenis dari kapal, dengan sifat-sifat dan syarat-syarat yang diperlukan oleh kapal ikan dan berbeda dengan kapal penumpang (passenger ship), kapal barang (cargo ship), maupun kapal perang.
Dengan demikian kapal ikan memiliki keistimewaan pokok dalam beberapa aspek, antara lain ditinjau dari segi kecepatan (speed), olah gerak (maneuverability), layak laut (sea worthiness), luas lingkup area pelayaran (navigable area), struktur bangunan kapal (design and construction), propulsi mesin (engine propulsion), perlengkapan storage dan perlengkapan alat tangkap (fishing equipment) yang berbeda dengan kapal umum lainnya (Ayodhyoa, 1972).
Pada kondisi-kondisi tertentu, kapal ikan harus sanggup berlayar di luar alur pelayaran yang aman untuk mengejar kawanan ikan (fish schooling) yang menjadi tujuan penangkapan dengan kecepatan tinggi, bahkan di perairan yang sempit sekalipun dengan kondisi yang tidak memungkinkan bagi pelayaran kapal umum.
Berdasarkan peran dan fungsi kapal ikan tersebut, kasko kapal merupakan bagian penting dalam usaha penangkapan ikan, sehingga kasko dibangun seenergi dengan tenaga penggerak dan tujuan kegiatan perikanan, bahkan aspek sosial budaya sangat mempengaruhi terbentuknya suatu kasko kapal ikan.
Untuk menjamin kelangsungan usaha penangkapan ikan atau usaha perikanan lainnya di laut, kasko kapal harus dipertahankan dalam usia ekonomis selama mungkin sesuai dengan standar kelayak-lautan dan kelayak-tangkapan dan untuk itu diperlukan penanganan yang tepat.

close
Kapal, Pemeliharaan dan perawatannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: zavira khan

1 komentar: