SNI Jaring Insang ( Gill Net ) Dasar.

Standar nasional Jaring insang dasar merupakan revisi dari SNI 01-7214-2006. Dimana SNI ini meliputi bentuk baku konstruksi jaring insang dasar monofilament. Revisi ini dimaksud untuk dapat digunakan pada jaring insang dasar secara umum dan di susun dengan maksud :
- Menyeragamkan Penamaan dan penyebutan Jaring Insang dasar.
- Menetapkan Karakteristik, Bentuk konstruksi, Pengoperasian jaring insang dasar.
- Bahan acuan/ Pedoman dalam rangka pelestarian sumber daya ikan.

Jaring insang dasar merupakan alat penangkap ikan berbentuk lembaran jaring empat persegi panjang, mempunyai mata jaring sama besar, untuk mengahadang arah renang ikan, sehingga ikan sasaran terjerat mata jaring atau terpuntal pada bagian tubuh jaring.

Jaring insang dasar terbuat dari bahan jaring ( webbing ) dan ukuran mata jaring ( mesh size ) dan Rasio penggantunga ( E ) yang ber variasi, Hal ini sesuai dengan sasaran ikan tangkapannya.

Untuk mengetahui apa itu Jaring Ikan dasar maka kita harus mengetahui tentang istilah dan defenisi, Klasifikasi, Rancang Bangun dan Konstruksi serta cara pengoperasian dan tak kalah penting lagi adalah hasil tangkapan Secara Umum.

1. ISTILAH DAN DEFENISI
- Jaring Insang
Jaring Insang adalah alat penangkap ikan yang berbentuk empat persegi panjang yang ukuran mata jaringnya sama besar serta di lengkapi dengan pelampung, pemberat, Tali ris atas dan Tali ris bawah atau tanpa tali ris bawah untuk menghadang laju arah renang ikan, sehingga sasaran ikan terjerat pada mata jaring atau terpuntal pada bagian tubuh jaring.
- Jaring Insang Dasar
Jaring Insang yang dioperasikan pada dasar perairan
- Tali Pelampung ( Floot Line )
Pancing Ulur dengan sasaran tangkap Ikan Tuna.
- Penggulung
Benda yang di gunakan untuik menggulung tali pancing.
- Tali Pancing
Tali yang menghubungkan antara mata pancing dan penggulung.
- Kili kili ( Swivel )
Dua Buah Telinga Logam tempat menggantung Tali yang dihubungkan dengan sebuah As atau Poros sehingga kedua telinga bisa bebas berputar.
- Mata Pancing
Kait yang di gunakan untuk mengait ikan yang memakannya atau tersangkut sehingga tidak mudah terlepas.
- Pemberat
Bahan yang mempunyai gaya tenggelam dan di pasang pada tali pancing bagian bawah.

2.KLASIFIKASI.

Sesuai dengan Internasional Standart Statistical Classifikasion Fishing Gear - FAO. 
Pancing Menggunakan singkatan LLS dan Berkode ISSCFG 09.0.0
Pancing Ulur termasuk dalam Klasifikasi Pancing dengan menggunakan singkatan LTD dan  Berkode ISSCFG 09.1.0.

3. Rancang Bangun dan Konstruksi.
- Rancang bangun.
  -  Pancing Ulur Tuna di rancang dengan menggunakan tali dan pancing.
  - Untuk memikat Ikan Tuna maka pada Pancing di pasang Umpan, dan untuk memudahkan dalam pengoperasian maka tali digulung pada penggulung tali.

- KONSTRUKSI.

- Penggulung Bahan menggunakan Kayu atau Plastik dengan ikuran 
Diameter 200 mm - 300 mm.
Panjang 300 mm - 400 mm.
- Tali Pancing Atas terbuat dari bahan PA Monofilamen dengan Ukuran.
Diameter Tali 2 mm - 3 mmm
Panjang Tali 200 meter - 300 meter.
- Tali Pancing Bawah terbuat dari bahan PA Monofilamen dengan Ukuran.
Diameter Tali 1,5 mm - 1,8 mmm
Panjang Tali 5 meter - 15 meter.
- Mata Pancing terbuat dari bahan Baja dengan Ukuran
Diameter Pancing 2,5 mm - 3,5 mm
Gap 18 mm - 26,5 mm
Tinggi 35 mm - 50 mm
- Kili - kili ( swivel ) Terbuat dari bahan stainlessteel dengan ukuran.
Panjang swivel 5 cm - 7 cm
- Pemberat menggunakan Bahan timah ( Pb ) dengan ukuran.
Berat timah 300 gr - 600 gr.

Sedangkan untuk cara pengoperasian pancing ulur adalah sebagai berikut :
- Metode pengoperasian.
Pancing Ulur tuna di operasikan di daerah penangkapan ikan tuna pada kedalaman perairan sesuai daerah renang ikan tuna. Dan kebanyakan untuk menggundang tuna di gunakan rumpon sebagai alat bantu serta.. penggunaan umpan untuk menarik Ikan tuna.
- Teknik pengoperasian.
+ Kapal  menuju daerag penangkapan ikan tuna ( fishing Ground ) dengan mencari gerombolan ikan atau langsung menuju ke tempat dimana terdapat rumpon. Bisa juga dengan melihat tanda tanda alam, dengan menggunakan alat pendeteksi ikan, atau berdasarkan dari informasi nelayan yang lainnya.
+ Pada mata pancing di beri umpan asli atau umpan buatan, Umpan asli bisa berupa ikan mati atau ikan hidup
+ Tali Pancing di goyang goyang atau di gerakkan kekiri kekanan atau tutun naik agar umpan segera di sambar atau di makan oleh ikan Tuna.
+ Bila ikan tuna sudah memakan umpan, Tarik ikan tuna menuju kapal dengan hati- hati agar ikan tuna tidak terlepas dan ikan di tangani dengan

Related Posts:

Alat Penangkapan Ikan, Pancing Rawai menetap

Rawai menetap adalah alat penangkap ikan yang terdiri dari tali utama ( Main Line ) dan Tali cabang ( Brainch Line ) dengan satu atau beberapa mata pancing yang di lengkapi dengan umpan baik umpan hidup maupun umpan tiruan. Rawai menetap di operasikan secara menetap sesuai dengan penamaannya. Dan Rawai menetap sampai saat ini masih banyak di gunakan sebagai alat penangkapan ikan oleh beberapa masyarakat dan perkembangan di masyarakat sangat beraneka ragam baik dari jenis maupun komponen yang di gunakan oleh para nelayan.

Untuk mengetahui apa itu Alat penangkap ikan rawai menetap maka kita harus mengetahui tentang istilah dan defenisi, Klasifikasi, Rancang Bangun dan Konstruksi serta cara pengoperasian dan tak kalah penting lagi adalah hasil tangkapan.

1. ISTILAH DAN DEFENISI 
Berdasarkan pada SNI 7277:4:2008 maka istilah definisi tentang rawai menetap adalah sebagai berikut :
- Pancing
Pancing adalah alat penangkap ikan yang terdiri dari tali dan mata pancing atau sejenisnya.
- Pancing rawai.
Pancing Yang tersusun dari rangkain tali dilengkapi dengan pelampung menggunakan umpan atau tanpa umpan.
- Rawai Menetap ( Rawai dasar )
Pancing Ulur dengan sasaran tangkap Ikan Tuna.
-Pelampung
Benda yang di gunakan untuik menggulung tali pancing.
- Tali Pelampung.
Tali yang menghubungkan antara mata pancing dan penggulung.
- Kili kili ( Swivel )
Dua Buah Telinga Logam tempat menggantung Tali yang dihubungkan dengan sebuah As atau Poros sehingga kedua telinga bisa bebas berputar.
- Mata Pancing
Kait yang di gunakan untuk mengait ikan yang memakannya atau tersangkut sehingga tidak mudah terlepas.
- Pemberat
Bahan yang mempunyai gaya tenggelam dan di pasang pada tali pancing bagian bawah.

2.KLASIFIKASI.

Sesuai dengan Internasional Standart Statistical Classifikasion Fishing Gear - FAO. 
Pancing Menggunakan singkatan LLS dan Berkode ISSCFG 09.0.0
Pancing Ulur termasuk dalam Klasifikasi Pancing dengan menggunakan singkatan LTD dan  Berkode ISSCFG 09.1.0.

3. Rancang Bangun dan Konstruksi.
- Rancang bangun.
  -  Pancing Ulur Tuna di rancang dengan menggunakan tali dan pancing.
  - Untuk memikat Ikan Tuna maka pada Pancing di pasang Umpan, dan untuk memudahkan dalam pengoperasian maka tali digulung pada penggulung tali.


- KONSTRUKSI.

- Penggulung Bahan menggunakan Kayu atau Plastik dengan ikuran 
Diameter 200 mm - 300 mm.
Panjang 300 mm - 400 mm.
- Tali Pancing Atas terbuat dari bahan PA Monofilamen dengan Ukuran.
Diameter Tali 2 mm - 3 mmm
Panjang Tali 200 meter - 300 meter.
- Tali Pancing Bawah terbuat dari bahan PA Monofilamen dengan Ukuran.
Diameter Tali 1,5 mm - 1,8 mmm
Panjang Tali 5 meter - 15 meter.
- Mata Pancing terbuat dari bahan Baja dengan Ukuran
Diameter Pancing 2,5 mm - 3,5 mm
Gap 18 mm - 26,5 mm
Tinggi 35 mm - 50 mm
- Kili - kili ( swivel ) Terbuat dari bahan stainlessteel dengan ukuran.
Panjang swivel 5 cm - 7 cm
- Pemberat menggunakan Bahan timah ( Pb ) dengan ukuran.
Berat timah 300 gr - 600 gr.

Sedangkan untuk cara pengoperasian pancing ulur adalah sebagai berikut :
- Metode pengoperasian.
Pancing Ulur tuna di operasikan di daerah penangkapan ikan tuna pada kedalaman perairan sesuai daerah renang ikan tuna. Dan kebanyakan untuk menggundang tuna di gunakan rumpon sebagai alat bantu serta.. penggunaan umpan untuk menarik Ikan tuna.
- Teknik pengoperasian.
+ Kapal  menuju daerag penangkapan ikan tuna ( fishing Ground ) dengan mencari gerombolan ikan atau langsung menuju ke tempat dimana terdapat rumpon. Bisa juga dengan melihat tanda tanda alam, dengan menggunakan alat pendeteksi ikan, atau berdasarkan dari informasi nelayan yang lainnya.
+ Pada mata pancing di beri umpan asli atau umpan buatan, Umpan asli bisa berupa ikan mati atau ikan hidup
+ Tali Pancing di goyang goyang atau di gerakkan kekiri kekanan atau tutun naik agar umpan segera di sambar atau di makan oleh ikan Tuna.
+ Bila ikan tuna sudah memakan umpan, Tarik ikan tuna menuju kapal dengan hati- hati agar ikan tuna tidak terlepas dan ikan di tangani dengan

Related Posts:

Pancing Ulur Tuna



Penangkapn Ikan Tuna
Pancing Ulur Tuna adalah alat penangkapan ikan yang terdiri dari penggulung, Tali pancing, Pemberat dan mata pancing. Mata pancing ini Biasa nya di beri umpan atau tidak. Pancing Yang di gunakan oleh masyartakat sangatlah beragam. Dan pada perkembangannnya pancing ulur ini jenis dan komponen yang di gunakan pun sangat bervariasi. Semua ini di sesuaikan dengan sasaran ikan tangkapan atau target tangkapan nelayan.
Untuk mengetahui apa itu pancing maka kita harus mengetahui tentang istilah dan defenisi, Klasifikasi, Rancang Bangun dan Konstruksi serta cara pengoperasian dan tak kalah penting lagi adalah hasil tangkapan.

Related Posts:

Evaluasi GreenPeace Terhadap Tuna di Indonesia

 
Green Peace: 2016 Asia Tenggara Kaleng Tuna Ranking', penilaian kinerja pabrik pengalengan tuna Indonesia dan Filipina dari memancing kapal untuk pengalengan, menggunakan kriteria traceability, keberlanjutan saat ini, legalitas, ekuitas, sumber kebijakan perusahaan, transparansi & informasi pelanggan , dan mendorong perubahan.

Ini menandai tahun kedua berturut-turut yang Greenpeace Asia Tenggara mengevaluasi kinerja merek tuna kalengan di Thailand dan pabrik pengalengan di Indonesia dan Filipina - kali ini, dalam satu laporan gabungan. laporan tahun lalu menyatakan bahwa wilayah itu secara keseluruhan tertinggal ketika datang untuk memastikan bahwa pelanggan disediakan dengan tuna berkelanjutan dan adil bersumber. Tahun ini, hal-hal tetap dalam keadaan biasa-biasa saja secara keseluruhan, tetapi dengan secercah harapan karena sebagian besar perusahaan menunjukkan peningkatan.

Secara global, tuna komersial bernilai sekitar Rp 42 miliar per tahun pada titik akhir penjualan, dan sekitar seperempat dari angka itu untuk para nelayan yang menargetkan ikan. The barat dan tengah Pasifik adalah tuna perikanan terbesar di dunia, menghasilkan lebih dari setengah dari total tangkapan di dunia pada tahun 2014. Ini adalah hampir 2,85 juta metrik ton spesies tuna komersial, senilai lebih dari USD 22680000000 suatu titik akhir penjualan.

Mengingat ikan tekanan spesies menghadapi global, banyak saham tuna yang sangat berlebihan. Pada tahun 2016, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) Daftar Merah telah terdaftar Thunnus alalunga (albacore) dan T. albacares (yellowfin) sebagai Hampir Terancam, T. obesus (bigeye) dan T. orientalis (sirip biru Pasifik) sebagai Rentan , T. thynnus (sirip biru Atlantik) sebagai Langka, dan T. maccoyii (sirip biru selatan) sebagai Critically Endangered. 

Sebagian besar perusahaan dalam laporan ini menangkap satu atau lebih spesies ini dari tuna.Sedangkan metodologi untuk menilai kinerja masing-masing perusahaan tetap sama sejak tahun lalu, Greenpeace pengetatan beban pembuktian, terutama karena pelanggaran tenaga kerja dan praktek penangkapan ikan yang merusak tetap meluas. Tahun lalu, beberapa perusahaan diberi manfaat dari keraguan bahwa mereka jujur ​​pada pertanyaan tertentu, ketika kemudian menemukan bahwa beberapa jawaban yang mereka berikan adalah benar-benar tidak benar. Untuk memastikan akurasi yang lebih baik dari tanggapan, Greenpeace membutuhkan lanjut dokumentasi pendukung untuk klaim yang dibuat oleh perusahaan.

Atas enam pasar impor terbesar untuk tuna kalengan pada tahun 2015 adalah AS, Italia, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman. Thailand adalah eksportir No.1 di dunia dari tuna yang diolah atau diawetkan, terdiri 32,8% dari ekspor dunia untuk produk ini. Indonesia adalah No 5, mengekspor beberapa 4,9% sedangkan Filipina adalah No 7 dengan ekspor mencapai 3,8%. Negara-negara Asia Tenggara berada di antara pemasok terkemuka kaleng / tuna siap untuk pasar internasional dengan volume.

Sebagai stok ikan menurun dari penangkapan ikan berlebihan, armada industri berkembang, dan permintaan meningkat untuk makanan laut murah, perusahaan semakin termotivasi untuk mempekerjakan tenaga kerja murah atau dipaksa dan ikan secara ilegal. Beberapa operator memancing menggunakan jaringan perdagangan manusia ke kapal kru, dan menggunakan "jeratan hutang, kekerasan, intimidasi dan pembunuhan untuk menjaga awak sejalan dan menjaga seafood murah" di pasar. Sayangnya, sebagian besar ini terjadi di sini, di Asia Tenggara.
Seperti tahun lalu, Greenpeace Asia Tenggara menghubungi atas 12 merek tuna dari Thailand, atas 16 perusahaan pengalengan tuna dari Indonesia, dan atas sembilan dari Filipina. Greenpeace meminta agar perusahaan berpartisipasi dalam proses survei tahun ini, dan menawarkan untuk membantu setiap perusahaan untuk secara akurat menyelesaikan kuesioner.

Tahun ini, bukan merek tuna tunggal atau pengalengan mencapai "baik" kategori, yang berarti skor 70/100 atau lebih tinggi. Hampir semua perusahaan jatuh di suatu tempat dalam kategori "adil" dari 40-69, beberapa hampir lewat, orang lain di biasa-biasa saja tengah, dan akhirnya, beberapa jatuh hanya singkat dari kategori "baik".

Pemain top tahun ini adalah pendatang baru di proses survei, PT International Alliance Foods Indonesia, yang membual 100% pole and line tertangkap cakalang - jelas model bagi orang lain untuk mengikuti keberlanjutan. Ketika melihat tujuh kategori pemenang, perusahaan yang sama ini juga memenangkan dua kategori tersebut: keberlanjutan sumber saat ini dan kebijakan sumber. Aliansi Pilih Makanan Internasional memiliki skor tertinggi untuk traceability, PT Samudra Mandiri Sentosa memiliki tertinggi untuk legalitas, Tops Supermarket dengan Central Food Retail (CFR) memiliki nilai tertinggi pada ekuitas, dan PT. Deho Canning Co & PT. Citra Raja Empat Canning Co memiliki tertinggi dalam Transparansi dan Customer Information. Tesco-Lotus adalah satu-satunya perusahaan untuk lulus (yaitu, tidak gagal) kategori perubahan mengemudi, yang menggambarkan keadaan sedih atas kegiatan proaktif perusahaan tuna regional.

Lebih dari dua-pertiga dari merek tuna terbesar dan pengalengan dari kawasan Asia Tenggara (Thailand, Filipina, dan Indonesia) berpartisipasi tahun ini. Hal ini menyebabkan tingkat yang lebih tinggi dari komunikasi dan bukti yang menguatkan data yang diberikan untuk analisis, dan mungkin sinyal awal tingkat yang lebih besar dari kepentingan dalam transparansi yang lebih besar dengan masyarakat membeli.

 
Perusahaan yang sumber cakalang, itu membuat rata-rata 78% dari total tuna mereka dijual. Sayangnya, sebagian besar perusahaan juga sumber tuna yellowfin, yang telah diidentifikasi sebagai "hampir terancam" pada IUCN Red List. Mereka yang menjual spesies ini biasanya rata-rata menjual 24% dari jumlah tuna mereka.

Sebuah perusahaan diprofilkan khas bersumber sekitar 79% dari tuna dari kapal penangkap ikan dengan menggunakan metode ini. (Lebih buruk lagi, 15 perusahaan sumber hampir 100% purse seine, FAD-tertangkap tuna.)

Tuna pengalengan dari Indonesia lebih cenderung sumber pole and line tertangkap tuna, yang merupakan salah satu cara yang paling berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk menangkap tuna. Namun, ketika industri ini dilihat secara keseluruhan, ada jalan panjang untuk pergi ke arah keberlanjutan dalam hal ini.

Related Posts:

Penangkapan Ikan di Kaltara belum di optinalkan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie mengaku kawasan perairan di atas 4 mil memiliki pontesi perikanan yang cukup banyak. Namun sayang, pemanfaatan masih belum merata di seluruh perairan. Beliau provinsi kalimantan utara ( KALTARA ) Mengatakan kalau provinsi Kaltara berbeda dengan perairan lain di Indonesia seperti Pulau Jawa yang telah masuk dalam kategori over fishing. Di wilayah Jawa, ekosistem kelautannya terus ditangkap oleh nelayan dan pola penangkapanya bukannya menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan tetapi menggunakan arad dan dogol serta cantrang yang bisa merusak habitat sumber daya ikan. Namun, jika dibandingkan dengan potensi Kaltara sangatlah jauh. di provinsi kaltara ikan sangat melimpah dan  banyak, tapi tidak berimbang dengan armada tangkap.

Bahkan menurut dia, garis pantai Kaltara 3.515 km menyimpan berbagai potensi kelautan. Dengan begitu, dirinya  melihat kegiatan tangkap nelayan masih terkonsentrasi di zona 4 mil. Padahal, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melarang adanya kegiatan tangkap di zona 4 mil dari pantai.Amir mengatakan, prototipe nelayan Kaltara menyesuaikan dengan armada tangkap yang dimiliki.

Sebagian besar armada hanya bisa beroperasi di bawah 4 mil. “4 mil ke atas hanya sedikit saja nelayan yang bisa. Karena armada penangkapan nelayan masih sedikit,” ungkapnya.Armada nelayan Kaltara kurang lebih dari 90 persen menggunakan kapal 5 GT. Sedangkan kapal dengan kapasitas 10-35 GT masih dapat dihitung jari. “Kalau armada kita kan rata-rata kecil semua. Di atas 90 persen adalah di bawah 5 GT. Yang masih pakai dong feng, ketinting. Kalau kapal tangkap di Kaltara di atas 10 GT-35 GT hanya belasan saja, tidak sampai 20 unit,” sebutnya.


Related Posts:

Hari Ikan Nasional, semoga kedepan nelayan lebih sejahtera.

Susi pudjiastuti
Hari Ikan nasional selalu kita peringati pada tanggal 21 November dan pada momen hari ikan tahun ini sebagai refleksi dari komitmen KKP. Dan kita ketahui bersama bahwa Komitmen untuk mensejahterakan nelayan adalah komitmen yang jelas dan tegas yang selalu di sampaikan oleh kementrian kelautan dan perikanan. Dalam hal ini Menteri keluatan dan perikanan mempunyai banyak terobosan terobosan untuk ke arah nelayan yang lebih sejahtera. Gebrakan gebrakan menteri susi yang sangat fenomomenal adalah dengan membumihanguskan kapal kapal eks asing dan menenggelamkan kapal pelaku illegal fishing.

Dalam hal mensejahterakan nelayan, susi pudjiastuti juga telah melakukan di antara nya :
- Mengganti alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan denga tujuan agar sumber daya ikan Indonesia bisa terus berkelanjutan.
- Melakukan program pembuatan kartu nelayan dan  Sampai saat ini sudah hampir 915.910 jumlah kartu nelayan  yang telah terbagi di 33 provinsi.
- Melakukan Program Pembuatan kartu Asuransi nelayan. Sampai saat ini sudah ada 169.210 usulan kartu asuransi dan sudah dalkam tahap validasi dan pendistribusian.
- Pembuatan Sertifikat Tanah untuk nelayan.
- Pemberian bantuan kapal dan alat tangkap.
- Terus mendorong adanya kemudahana ijin, dengan di buatnya gerai perijinan dan akan di laksanakannya perijinan model SAMSAT.
- Melakukan pelarangan modal asing di perikanan tangkap.
- Menjaga kedaulatan dengan menguatkan lembaga perikanan di perbatasan.
- Terus meningkatkan ekspor dan daya saing produk perikanan.

Itulah sebagian prestasi kementrian keluatan dan perikanan di bawah naungan dari ibu susi pudjiastuti. Semoga kedepan nelayan kita bisa lebih mandiri sehingga tujuan untuk mensejahterakan nelayan bisa tercapai. 

Related Posts:

Sertifikat Kelayakan Penangan dan Penyimpanan Ikan ( SKPPI )

Dalam rangka memenuhi permintaan Uni eropa ( EU ) agar produk perikanan Indonesia harus memenuhi standar Uni Eropa maka Indonesia akan meningkatkan nilai tambah pada hasil produk perikanan. Keseriusan pemerintah dalam hal ini di buktikan dengan keluarnya peraturan pemerintah ( PP) No. 57 Tahun 2015 Tentang system jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta Peningkatan nilai tambah produk hasil perikanan. Sedangkan untuk perikanan tangkap dalam hal ini Dirjen tangkap juga mengeluarkan peraturan Dirjen Tangkap NO. 84/ PER-DJPT/ 2013 tentang sertifikasi cara penanganan ikan yang baik diatas kapal perikanan dan/atau kapal pengangkut ikan.



Related Posts:

Pengoperasian Alat Penangkapan Ikan Rawai Dasar

Rawai dasar adalah salah satu Jenis Alat penangkapan ikan yang pasif. Karena dalam pengoperasian Alat penangkal ikan jenis Alat penangkap ikan ramah lingkungan apabika di lihat Dari pengoperasian nya. Adapun teknik pengoperasian Alat penangkalan ikan rawai dasar antara lain :

1. Persiapan Penangkapan ikan

Operasi penangkapan dilakukan menjelang matahari terbit. Persiapan dilakukan selama perjalanan menuju fishing ground, seperti penataan komponen alat tangkap diatas geladak, pemasangan umpan, pengecekan alat bantu penangkapan ( penggulung/penarik mine line rawe).

Persiapan yang dilakukan adalah menempatkan unit alat tangkap yang telah tersusun rapi dalam basket pada bagian buritan kapal. Disiapkan pula pelampung dan pemberat yang masing-masing ditempatkan pada posisi yang berdekatan dengan unit alat yang terdapat dalam basket, demikian pula ikan-ikan umpan dan personal yang akan menangani masing-masing bagian tersebut.

2. Cara Operasi Penangkapan

a. Setting
Setting (penurunan alat tangkap) dilakukan pada bagian buritan kapal oleh 4 orang yang masing-masing menangani pekerjaan masingmasing.
  • Orang pertama manangani pemasangan umpan pada mata pancing yang sekaligus melempar branch line, 
  • orang kedua bertugas mengulurkan/membuang main line,
  •  orang ketiga mempersiapkan tali-tali pelampung, bendera dan pemberat serta basket 
  • dan orang keempat mengemudikan kapal selama operasi berlangsung.
Setting diawali dengan 
  • Sebelum dilakukan penurunan pancing/rawe dari, terlebih dahulu diturunkan pelampung tanda disertai pemberat dan tali pelampung secukupnya menyesuaikan kedalaman, merangkai ujung ujung main line dengan tali-tali pemberat dan tali-tali pelampung yang kemudian dilemparkan ke laut,
  •  setelah itu diteruskan dengan mengulur main line dan melempar branch line dan mata pancing yang telah dilengkapi umpan. 
  • Pada saat hampir menyelesaikan penurunan satu basket rawai dasar, maka pada ujung akhir dari main line basket pertama diikatkan lagi tali-tali yang telah dilengkapi pemberat dan pelampung
  • Demikian seterusnya sampai pada keseluruhan basket yang diperlukan (setting ini dilakukan dalam keadaan kapal berjalan pelan dan tetap pada haluannya).
 b.Tahap Drifting ( menunggu ). 

Tahap Drifting ( menunggu ) dilakukan setelah penurunan alat tangkap pancing rawe selesai. Waktu yang dibutuhkan dalam tahapan ini adalah 3 s/d 4 jam. Selama menunggu, personil yang terlibat bergantian mengawasi dan menjaga posisi kapal dan alat tangkap ( jarak kapal dengan alat tangkap ), agar tidak terlalu jauh jaraknya dan agar terhindar dari aktifitas nelayan disekitarnya yang melakukan aktifitas penangkapan ikan.


c. Hauling

Pekerjaan hauling diawali dengan menaikkan pelampung dan pemberat yang diikuti dengan main line dan branch line serta melepas/memungut hasil-hasil tangkapan. Pekerjaan ini dilakukan di haluan kapal. Dan bisa juga di lakukan di Buritan Kapal.

Hauling (menarik alat tangkap) dilakukan 2 jam setelah setting dan dapat ditangani oleh 4 -5 orang.
  • Orang pertama dan kedua masing-masing melakukan penarikan main line dan branch line yang sekaligus melepas ikan hasil tangkapan dari mata pancing,
  • orang ketiga menangani hasil tangkapan dan menyusun serta merapikan alat tangkap pada masing-masing basket,
  • orang keempat mengemudikan kapal (hauling ini dilakukan dalam keadaan kapal melaju pelan).
Ditahap hauling tersebut posisi kapal harus selalu mengarahkan haluan pada mine line yang ditarik. Agar penarikan berjalan dengan lancar dan ringan, selama penarikan kapal maju perlahan mengikuti irama penarikan. Bilamana ada ikan yang tertangkap dengan pancing kapal berhenti untuk mengambil hasil tangkapan .

Related Posts:

Pengoperasian Alat Penangkapan Ikan Gillnet millennium

Secara umum metode pengoperasian alat tangkap gillnet millennium dengan metode pengoperasian alat tangkap gillnet lain yang umumnya dibagi dalam 4 (empat) tahap yaitu :

-Tahap persiapan 

Dalam tahap persiapan dilakukan kegiatan merakit dan menyusun alat tangkap gillnet millennium dan kelengkapannya di atas geladak kapal. Perakitan dimulai dengan menyambungkan pelampung tanda dengan tali ris atas pis jaring pertama menggunakan tali selambar. Selanjutnya tali ris samping masing-masing pis jaring dirangkai menjadi satu ikatan. Pemberat diikatkan pada tiap sambungan pis jaring. Pada tali ris atas pis jaring terakhir diikat dengan tali selambar. Setelah perakitan selesai, gillnet disusun diatas geladak 

- Tahap pemasangan jaring ( Setting )

Pemasangan jaring (setting) dimulai dengan menurunkan pelampung tanda dan tali selambar ke laut. Kemudian secara perlahan kapal bergerak mengikuti arah angin dan jaring pun mulai diturunkan. Penurunan jaring dimulai dengan pelemparan pemberat atau badan jaring bagian bawah dahulu kemudian pelemparan pelampung jaring atau badan jaring bagian atas. Pelemparan pemberat dan pelampung harus dilakukan dengan tepat agar jaring tidak terbelit sehingga dapat terentang dengan baik di perairan. Setelah semua badan jaring diturunkan, tali selambar terakhir diikatkan pada kapal agar jaring dapat terpantau dengan baik. Proses setting ini berlangsung selama ± 30 menit dengan panjang jaring yang digunakan yaitu sebanyak 10 pis.

- Tahap menunggu ( drifting )

Proses menunggu (drifting) dilakukan setelah penurunan alat tangkap selesai. Waktu yang dibutuhkan selama proses ini berlangsung adalah 3 - 4 jam. Selama drifting, personil yang terlibat bergantian mengawasi dan menjaga kapal dan alat tangkap yang sedang dioperasikan agar terhindar gerak kapal atau alat tangkap nelayan setempat yang beroperasi disekitar lokasi penangkapan.

- Tahap penarikan jaring (houling )

Penarikan jaring (hauling) dimulai dengan memposisikan kapal sesuai dengan arah angin, arah arus, dan posisi jaring agar proses hauling dapat berjalan dengan lancar dan jaring tidak tersangkut. Dilanjutkan dengan penarikan dimulai dari bagian jaring yang diturunkan paling akhir (tali selambar terakhir yang diikatkan ke kapal). Apabila pada saat penarikan terdapat ikan yang terjerat maka ikan tersebut langsung dilepaskan dan diletakkan di geladak kapal, setelah itu penarikan jaring dilanjutkan kembali. Proses hauling berlangsung selama ± 1 jam tergantung banyaknya ikan yang tertangkap dan sampah-sampah yang tersangkut pada jaring. Penarikan jaring diahiri dengan pengangkatan pelampung tanda yang diterjunkan paling awal.




Related Posts:

BBPI Semarang Peduli Pada Kemanusian

BBPI  Semarang Peduli Pada Kemanusian - Setiap 3 bulan sekali di BBPI Semarang rutin di adakan kegiatan donor darah. Dan pada kali ini acara berlangsung pada tanggal 09 bulan agustus 2016. 

Bertempat di gedung perekayasa lantai satu. Kegiatan ini sangat antusias di terima oleh pegawai BBPI Semarang. Selain untuk berbagi , donor darah juga membantu yang membutuhkan darah, Donor darah juga sangat baik untuk kesehatan bagi penerima. bagi penerima tentu saja dia bisa tertolong nyawanya akibat kondisi tertentu yang memaksanya mendapat transfusi darah. 

Related Posts:

Pameran formikan Jateng expo 2016


BBPI Semarang
Balai Besar Penangkapan Ikan (BPPI) Semarang mengikuti kegiatan Formikan Jateng Expo 2016 di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah Pada hari selasa –kamis tanggal 9-10/08/2016. Kegiatan tersebut di seleggarakan oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Kelas II Semarang menggandeng Forum Peningkatan Sadar Mutu Karantina Ikan (Formikan). Dan mengundang instansi instansi yang terkait dengan perikanan dan kelautan

Kegiatan expo produk perikanan itu diikuti para eksportir dan importir ikan, unit usaha pembenihan ikan, pembudidaya ikan konsumsi atau ikan hias, UMKM perikanan dan UPT Dinas Kelautan dan Perikanan, Dan BBPI Semarang.Melalui kegiatan ini, diharapkan sebagai media kampanye kepada masyarakat tentang pentingnya makan ikan untuk pemenuhan nutrisi keluarga. Seperti kita ketahui bersama bahwa tingkat konsumsi ikan di Indonesia khususnya di daerah jawa tengah masih rendah.

BPPI Semarang yang mengikuti expo tersebut memamerkan produk hasil Inovasi yang di kembangkan oleh BPPI Semarang. Produk - produk tersebut diantaranya Buku dan majalah mengenai penangkapan ikan, Ada maket kapal kapal dan alat penangkapan ikan. Inovasi BBPI Semarang semisal jaket tuna, Rumah ikan, dan Converter kits LPG. Dan dari antusiasme para pengunjung banyak yang masih belum mengenal tentang BBPI Semarang. 

Sebagai apresiasi terhadap pengunjung Stan Pameran BBPI Semarang, maka petugas stan BBPI Semarang memberikan souvenir berupa buku agenda serta Leaflet tentang inovasi inovasi yang telah di buat di BBPI Semarang. Semoga kedepan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan bisa terus di tingkatkan untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan nelayan.


Related Posts:

Sumpah Pegawai Lingkup DJPT KKP


Pengambilan sumpah atau janji PNS adalah suatu hal yang penting untuk menjadikan Pegawai yang berkomitmen dan menjadikan pegawai negeri sipil da;lam bersikap dan bertindak bersih, jujur dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Pada tanggal 6 September bertempat di BBPI Semarang lantai tiga gedung utama. Pengambilan sumpah di lakukan oleh Sesditjen terhadapa para pegawai Lingkup Perikanan tangkap.

BBPI Semarang
Sumpah pegawai yang di adakan di BBPI Semarang merupakan rangkaian dari kegiatan pembekalan teknis dasar penangkapan ikan dimana selain sumpa, Peserta juga di bekali dengan berbagai pengetahuan tentang perikanan tangkap, kegiatan kelaut menggunakan sarana kapal milik BBPI Semarang, Pemaparan tentang gratifikasi dan yang terakhir adalah kunjungan ke sentra nelayan di daerah morodemak, Demak.

Kegiatan sumpah Pegawai ini juga Sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 66 Ayat 1, Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 1975 dan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.02/MENKES/275/2015 bahwa setiap Calon Pegawai Negeri Sipil pada saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil wajib mengucapkan sumpah/janji menurut agama dan kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dihadapan atasan pejabat yang berwenang.

Beberapa tahun ini, BBPI Semarang selalu di percaya sebagai tempat untuk pembekalan bagi calon pegawai negeri sipil lingkup KKP. Dan itu adalah suatu bukti bahwa BBPI Semarang masih dianggap sebagai kiblat dari perikanan tangkap. Tetapi memperthankan lebih sulit dari meraih dan bila melihat kondisi BBPI Semarang dimana akan banyak pegawai yang memasuki masa purna tugas seharusnya ada regenerasi yang cepat agar kekosongan kekosongan yang bersifat teknis bisa di lanjutkan oleh generasi muda yang akan datang. 

Related Posts:

Pegawai BBPI Semarang terima penghargaan


Penghargaan penerimaan satya lencana merupakan bentuk pengharagaan yang diberikan oleh pemerintah kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mengabdikan diri selama 10 atau 20 tahun bahkan 30 tahun lebih secara terus menerus kepada negara. Pemberian penghargaan ini didasari oleh kedisiplinan, kecakapan, kesetiaan serta pengabdiannya terhadap Negara yang dapat dijadikan suri tauladan yang baik bagi setiap pegawai lain.

BBPI Semarang
Prosedur nama-nama yang akan diusulkan dalam pemberian penghargaan Satya Lencana, Dimulai dari kepegawaian di BBPI Semarang selanjutnya diserahkan Biro kepegawaian di jakarta guna dilakukan verifikasi terlebih dahulu agar tidak ditemui hal yang bersifat melanggar. Tidak hanya sekali verifikasi namun Biro kepegawaina setelah tahapan itu selesai maka akan dikirim langsung ke Kemendagri sebagai verifikasi akhir.Jika ternyata ditemui kejanggalan diantara PNS tersebut, maka gagal sudah untuk mendapatkan Penghargaan Satya Lencana Pengabdiannya.

Pada tanggal 17 agustus 2016 BBPI Semarang selain melaksanakan upacara 17 agustus juga mengadakan acara pemberian penghargaan satya lencana untuk 18 Pegawai. Adapun jumlah yang menerima penghargaan 30 tahun sebanyak 6 pegawai, Yang mendapatkan penghargaan 20 tahun ada 3 pegawai sedangkan yang mendapatkan penghargaan 10 tahun berjumlah 9 orang pegawai.

Semoga untuk kedepannya banyak pegawai negeri dari BBPI Semarang tidaknya penghargaan satya lencana tetapi bisa mendapatkan penghargaan penghargaan yang lainnya dan pada akhirnya bisa mengharumkan nama BBPI Semarang.

Related Posts:

BBPI Semarang melakukan penyusutan ARSIP


perikanana38.blogspot.com
BBPI Semarang
BBPI Semarang yang termasuk Organisasi di bawah kementerian kelautan dan perikanan tentu mempunyai arsip. Arsip merupakan hasil dari kegiatan sebuah organisasi dalam hal ini BBPI Semarang. Dan perlu kita ketahui juga bahwa Arsip adalah setiap catatan yang tertulis, tercetak atau ketikan dalam bentuk huruf, angka atau gambar yang mempunyai arti dan tujuan tertentu sebagai bahan komunikasi dan informasi yang terekam pada kertas, kertas film, media komputer, dan lain-lain yang disimpan menurut suatu aturan sehingga apabila diperlukan dapat ditemukan kembali dengan mudah.

Pada tanggal 24 agustus 2016 berlokasi di gedung arsip ada kegiatan yang di lakukan oleh BBPI Semarang Yaitu penyusutan Arsip yang ada di BBPI Semarang. Sebagai koordinator dalam kegiatan tersebut adalah fungsional Arsiparis dalam hal ini Saudari ibu Leni. Menurut beliau penyusutan arsip di karenakan Pertambahan volume arsip dari waktu ke waktu pasti akan semakin banyak. Pertambahan volume arsip ini merupakan konsekuensi dari aktitivas BBPI Semarang. Dan Pertambahan volume arsip ini berakibat pada masalah ruang/tempat penyimpanan, Yang pada akhirnya juga membutuhkan biaya untuk perawatan yang tidak sedikit. untuk itu perlu tindakan penyusutan arsip.

Adapun tujuan dari kegiatan penyusutan arsip tersebut secara umum adalah :

  • Menghemat penggunaan prasarana dan sarana penyimpanan dokumen/arsip. 
  • Mewujudkan efisiensi dan efektivitas kerja perusahaan. 
  • Menekan biaya serendah mungkin dalam pengelolaan dokumen/arsip perusahaan. 
  • Memudahkan dalam menemukan kembali dokumen/arsip jika sewaktu -waktu diperlukan. 
  • Terjaminnya penyelamatan dokumen/arsip yang bernilai guna dan sebagai bahan pertanggungjawaban Instansi 

Penyusutan arsip di BBPI Semarang merupakan kegiatan yang sangat penting karena berkaitan dengan penghilangan barang bukti yang punya akibat hukum.  Karena pentingnya kegiatan ini maka kegiatan ini dilandasi hukum aturan yang menjadi dasar proses penyusutan arsip serta untuk koordinator pejabat fungsional arsiparis selain mengetahui dasar hukumnya juga harus benar benar bisa menguasai arsip apa yang penting dan tidak penting.

Begitu Penting peranan arsip maka untuk seluruh pegawai di lingkup BBPI Semarang agar bisa menyimpan dan merawat arsip dari mulai arsip surat tugas, Skp dan Laporan kegiatan. Semoga ke depan tata kelelo ke arsipan kita di BBPI Semarang bisa semakin rapi dan terstruktur.

Related Posts:

STOP PUNGLI DI KKP

stop Pungli


Dua minggu lalu, Pak Presiden Jokowi memberikan pesan sangat tegas agar semua Pungli di semua lini di RI ini bisa diberantas. Beliau meminta semua pihak untuk mengawal ketat, aktif memeriksa dan memastikan pungutan liar, tidak merajalela. Pungli selama ini adalah suatu kejahatan yang sudah kronis. Dan untuk mencegah agar kejahatan tersebut tidak menggurita kepada generasi kita selanjutnya maka mulai saat ini Pungli harus segera di berantas dan di bumihanguskan. Untuk mendukung kegiatan STOP Pungli dengan ini KKP mengharapkan agar seluruh Pegawai KKP mulai saat ini untuk segera menghentikan dan menghilangan praktek pungli baik itu di pelabuhan, di perijinan maupun dilapangan tempat para pegawai KKP mengabdi.

KKP bersyukur banyak pihak yng menyebut KKP di lapangan tidak pernah meminta fee untuk jasa perizinan dll. Untuk itu, hal ini harus kita pertahankan. Apresiasi untuk keseriusan dan komitmen ini. Dan kita perlu pastikan agar para pimpinan, bawahan, maupun pihak terkait lain selalu berada pada posisi yang sama untuk selalu bersikap tegas dan tidak membiarkan kalau ada pungli terjadi. Penyelenggaraan tentang pemberian baik itu Gratifikasi, suap maupun Pungli sampai saat ini masih belum ada laporan dari pemangku kepentingan di kementrian kelautan dan perikanan oleh nelayan maupun oleh pengusaha.

Demikian pula dengan pemberian fee atau komisi atau sejenisnya dalam proyek pengadaan. Hal ini sangat rawan terjadi dan telah menjadi penyakit di RI. Sehingga kita harus selalu waspada. Peluang dan godaannya bisa datang dati mana saja. Untuk itu, bangun komunikasi dan koordinasi aktif, pemantauan dan turun ke bawah yang intensif, agar praktek-praktek ini bisa dihapuskan sepenuhnya. Jangan beri ruang atau kesempatan. Walaupun dalam prakteknya masih ada juga pegawai pegawai pengadaan yang masih bermain mata dengan rekanan untuk proses pengadaan barang dan jasa di kantor KKP.

Dan untuk itu KKP masih bertekad untuk terus membumihanguskan praktek praktek yang masih merugikan negara dan apabila beberapa rekans di DJPT yang telah dilaporkan dan dikonfirmasi terindikasi hal ini, tentu saja akan ditindak tegas. Sesuai mekanisme yang ada. Kementrian kelautan dan perikanan mengajak tanpa henti untuk terus berbenah.

Related Posts:

Sekilas tentang ikan Layar

ikan marlin


Ikan layar adalah jenis ikan yang sering di cari oleh para penghobby mancing. atau istilah kerennya mancing mania. Ikan layar sendiri adalah jenis perenang cepat bahkan kecepatan ikan layar bisa mencapai 110 Km per jam. Karena kecepatan inilah menjadi sensasi tersendiri bagi penghobby memancing. Ikan layar yang juga terkenal dengan sebutan ikan marlin mempunyai ciri khusus yaitu di punggungnya terdapat sirip seperti layar.

Jenis ikan layar ini biasanya hidup di daerah perairan tropis dan banyak juga terdapat di indonesia. Warna dari kulit ikan biasanya kebiru biruan dan mulutnya moncong seperti ikan tondak. Ikan layar saat ini terbilang langka. Dan jarang bisa di temukan.

Ikan layar atau ikan marlin mempunyai pertahanan diri dari serangan mangsanya dengan menggunakan kamuplase warna dimana warna kulit ikan yang kebiru biruan bisa berubah seketika apabila ikan layar tersebut dalam keadaan terancam. Dan Sirip Punggungnya apa bila terancam maka dengan sendirinya akan mengembang maka dari itu ikan tersebut di sebut dengan ikan layar.
Ikan layar mengumpulkan makanan nya dengan menggiring menggunakan sirip.Dan apabila sudah terkumpul maka ikan layar akan selalu menjaga makanannya agar tak terlepas dari buruannya.

Related Posts:

Illegal fishing "Stop Kapal Asing"

kapal eks asing
Zaman berubah, babak sejarah kesadaran baru perikanan tangkap nasional sejak 2014 dirasionalisasi distop operasi kapal nelayan asing dan di tahun 2016 keluar Kepres Daftar Negatif invertasi asing dalam kegiatan usaha profit maker penangkapan ikan. Semua usaha penangkapan yang dilakukan oleh asing baik itu pemodal atau penangkapan langsung di larang keras. Tujuannya agar nel;ayan kita bisa berdikari dan mandiri memanfaatkan sepenuhnya laut dan sumber daya ikann




Related Posts:

Mogok Nasional Pabrik Dan Kapal Penangkap Ikan, Pukulan telak jargon Poros Maritim

demo nelayan
Pada tanggal 5 bulan Oktober jam 15,00 WIB bertempat di lantai. 2 Pelabuhan perikanan Samudera Nizamjaman telah dilaksanakan Konfrensi Pers P3MB, Astuin dan HNPN dalam rangka Mogok Nasional Pabrik dan Kapal Ikan yang akan dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 10 Oktober 2016. Hadir dalam acara tersebut Ketua P3MB Bpk. Tahmid Widiasto, Sekjen P3MB Bpk. Edi Surya, Ketua HNPN Bpk. James Thens, Sekjen HNPN Bpk. Rendra Purdiansyah, Ketua Astuin yang diwakili oleh Bpk. Rizal serta sekitar 60 orang pengusaha yang tergabung dalam P3MB, Astuin dan HNPN.
Dalam kesempatan tersebut Ketua P3MB memaparkan tentang latar belakang rencana dilakukannya mogok nasional operasional Pabrik dan Kapal Perikanan yaitu adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Perum Perindo dimana kebijakan tersebut sangat merugikan pengusaha dalam berinvestasi diantaranya :
  • 1. Kenaikan Harga sewa lahan yang mencapai 450 % dengan jangka waktu sewa lahan max 5 Tahun sesuai dengan Kep Direksi Nomor : KEP - 226/ PERINDO / DIR.A / VIII / 2016 Tanggal 31 Agustus 2016.
  • 2. Oligopoly dalam menentukan harga solar oleh Perum Perindo.
  • 3. Tempat pengisian solar / SPBB diwajibkan bagi hasil sebesar 25 % dimana pihak Perum Perindo tanpa menyertakan modal.
  • 4. Pembatasan Ukuran Kapal s/d 150 gt
  • 5. Permen 56 Tahun 2014 tentang Moratorium dan Permen 57 Tahun 2014 tentang Transhipment
  • 6. Kenaikan dan lama tambat labuh kapal yang dihitung per 10 hari.
  • 7. Lama waktu perizinan yang tidak pasti
Itulah beberapa alasan dimana pengusaha seakan seakan ingin di hilangkan dari dunia perikanan. Padahal presiden melalui Inpres no 7 tahun 2016 mengatakan bahwa tujuan dari Inpres tersebut adalah  bertujuan mempercepat pembangunan industri perikanan nasional.

 Terdapat tiga sasaran yang ingin dicapai, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama nelayan, penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara. Sehingga para pengusaha ini kembali menyuarakan kepada pemegang kewenangan agar merealisasika Inpres no 7 tahun 2016. Tindakan ini menyusul gerakan mogok yang ada di pelabuhan benoa bali, Bitung dan Pantura.

Mogok nasional ini secara tidak langsung akan berpengaruh besar terhadap perekonomian di indonesia. Dampak yang dirasakan langsung adalah pelaku ekonomi di wilayah sentra sentra perikanan. Para buruh dan pekerja pabrik pun Setidaknya akan mengalami kekhawatiran akan keberlangsungan pekerjaannya. Mereka para pekerja pabrik takut kalau semisalnya akan terkena PHK. Padahal sebelum aksi mogok nasional ini. Banyak kapal dan nelayan di wilayah Pantura harus Mogok dahulu. Mereka Mogok karena terdampak Permen 02 bahkan keadaan ini masih belum ada solusinya sampai saat ini. Sudah berapa banyak nelayan yang harus kehilangan dan beralih profesi.

Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya. Kementrian kelautan dan perikanan sudah jangan terlalu jauh dahulu untuk menjaga kedaulatan. Kedaulatan akan sirna kalau ketahanan pangan dan ekonomi rakyat tak menentu. Kalau Ketahanan pangan kuat maka dengan sendirinya para nelayan inilah garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI.

Jargon Poros maritim akan dengan sendirinya hilang di telan bumi. Para nelayan inilah yang menjadikan maritim kita kuat. Di tangan para nelayan ini kelautan dan perikanan di kelola dan di tangan para nelayan ini juga kedaulatan laut di jaga. Jadi apabila kita bicara poros maritim maka porosnya adalah nelayan.

Related Posts:

Merealisasikan INPRES no 7 tahun 2016, Part 1

Supm n Tegal


Inpres No 7 tahun 2016 adalah keseriusan presiden jokowi untuk merealisasikan Jargon politiknya indonesia sebagai Poros maritim. Setelah munculnya Kepres no 115 tentang illlegal fishing kini Presiden berharap agar industialisasi perikanan bisa lebih maju.Bahkan dengan tegas jokowi memberi arahan berupa langkah langkah untuk mempercepat akan realisasi Inpres no 7 tahun 2016 diantaranya adalahpercepatan peningkatan jumlah dan kompetensi sumber daya manusia,inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan bidang perikanan; 

Selama ini kita lihat realita di lapangan bagaimana pra sumber daya perikanan kita khususnya untuk para generasi muda kita yang diharapkan agar bisa meneruskan tongkat estafet pembangunan perikanan harus begitu saja meninggalkan dalam negeri untuk bisa bekerja di kapal luar negeri semisal ke negara jepang atau spanyol. Dan faktor mereka tidak minat bekerja di dalam negeri karena di dalam negeri sendiri kepastian akan kesajahteraan sebagai nelayan jauh dari pandangan mereka.

Belum lagi Setelah mereka bekerja di kapal kapal perikanan dan mereka telah sadar bahwa dengan resiko yang tinggi dan gaji minim maka dengan sendirinya mereka beralih dari kapal perikanan ke kapal cargo atau barang. Dimana kapal cargo atau kapal barang menjanjikan kenyaman dan gaji yang tinggi. Mereka tinggal menyesuaikan ijasah dari semula ijasah perikanan ke ijasah prhubungan.

Sedangkan untuk peningkatan penelitian baik dari segi inovasi dan teknologi. Perikanan di indonesia masih kalah dengan perikanan perikanan semisal negara tetangga kita thailand. Kita kalah dari segi pendanaan dan pengakuan secara luas.

Sebenarnya inilah faktor pertama untuk menegembangkan perikanan di indonesia. Kita bicara tentang peningkatan produksi tetapi bilamana tidak ada sumber daya manusianya lalu siapa yang akan meningkatkan dan berusaha untuk menggenjot agar produksi bisa lebih banyak dan bermuara pada kesahteraan nelayan

Related Posts:

Nelayan tuntut Inpres No 7 Tahun 2016,

Kondisi lapangan saat ini diperparah dengan adanya mogok perikanan diberbagai daerah yang menuntut realisasi INPRES 7/2016. Seperti kita tahu Inpres 7/2016 ini bertujuan mempercepat pembangunan industri perikanan nasional. Terdapat tiga sasaran yang ingin dicapai, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama nelayan, penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara.

Komunitas Komunitas perikanan juga sudah sangat resah dengan peraturan peraturan yang di keluarkan menteri susi. Dan di kota kota Yg identik dengan Hasil laut udah menjadi kota mati dengan banyaknya kapal yang tidak melaut. Hanya masyarakat yang terjun di perikananlah benar benar tahun akan keadaan perikanan saat ini. Dan inilah beberapa kota serta asosiasi asosiasi yang akan melakukan Stop Operasi.

  • Di BALI, 401 KAPAL LONGLINE STOP OPERASI.
  • Di BITUNG, 53 UPI DAN 317 KAPAL NELAYAN STOP OPERASI.
  • Di JAKARTA, KAPAL PURSE SEINE STOP OPERASI.
  • DI PANTURA, 10.500 KAPAL NELAYAN STOP OPERASI

Mereka berhenti karena banyak kebijakan kebijakan yang akhirnya membuat mereka harus menambatkan kapal kapal mereka di dermaga dermaga pelabuhan. Apakah kondisi seperti ini akan kita pertahankan. Sebagai negara dengan jargon negara maritim dan poros maritim kenapa untuk menangkap ikan saja kita masih kesulitan.

kalau kapal dibiarkan tidak melaut maka dengan sendirinya akan berimbas pada pengusaha penangkapan ikan. Dan apabila pengusaha sudah frustasi maka pengusaha akamberupaya dan berusaha dengan menjual kapalnya. pindah entah kemana atau tidak melautkan lagi, yang menjadi korban perekonomiannya adalah masyarakat banyak yang terkait sumber ekonominya dari usaha penangkapan ikan, 

coba saja Kita  hitung  semisal1 kapal pukat cincin ABK nya 40 orang dengan tanggungan anak rata rata 3 orang dan isteri 1 orang, berarti per ABK tergantung hidup termasuk dirinya 5 orang dikali 40 orang berarti riil nya 1 unit kapal dari ABK tergantung hidup sebanyak 200 orang, belum termasuk lagi pekerja ditangkahan dengan tanggungannya, pedagang ikan dengan tanggungannya, pengolah/pengasin

Related Posts:

Nelayan dan Kesaktian pancasila, Sudahkah nelayan mandiri sebelum berbicara berdaulat?

Setiap tanggal 1 Oktober rakyat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan diadakannya upacara di berbagai instansi pemerintah. Kesaktian Pancasila semestinya tidak diartikan sebagai cerita heroik saja, melainkan pandangan serta nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila mampu ditransformasikan oleh komponen bangsa dalam berkehidupan kebangsaan dan bernegara.

Nelayan adalah salah satu komponen yang banyak di Indonesia. Sedikitnya 56 juta orang terlibat dalam aktivitas perikanan. Aktivitas ini mulai dari penangkapan, pengolahan, sampai pemasaran hasil tangkapan. Dalam sila kelima pancasila berbunyi keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia tetapi dalam realitanya keadilan yang dirasakan nelayan belum menyeluruh. Untuk sesama nelayan tingkat pendapatannya juga sangat berbeda. Dari statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar 98,7 persen dari total nelayan Indonesia yang sebanyak 2,7 juta nelayan Indonesia didominasi ukuran di bawah 30 gros ton (GT), yakni 630.000 unit. Adapun kapal ikan besar di atas 30 GT hanya 5.329 unit.Rata-rata pendapatan nelayan di asumsikan Rp 28,08 juta per tahun atau lebih kecil ketimbang pembudidaya ikan di kisaran Rp 32 juta-Rp 34 juta per tahun. Sistem bagi hasil pendapatan antara pemilik kapal dan nelayan yang menempatkan buruh nelayan pada posisi tawar rendah membuat mereka terjerat rantai utang terhadap tengkulak ataupun pemilik modal.

Indonesia Sebagai negara maritim yang memiliki yang memiliki luas perairan mencapai 3,25 juta kilometer persegi atau 63 persen dari wilayah Indonesia, saatnya sektor perikanan menjadi urat nadi kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan yang tak sekadar berporos pada pemenuhan pangan semesta negeri, tetapi juga menyejahterakan para pelakunya. Nelayan berhak memperoleh kesejahteraan dan kehidupan layak. Nelayan tidak selamanya miskin, tetapi harus bisa berkembang taraf hidupnya dan memiliki ketrampilan mengolah ikan,serta meningkatkan nilai tambah dari perikanan tangkap. Setiap hari kita bisa melihat bagaimana kementrian kelautan dan perikanan menenggelamkan kapal asing dan melarang kapal asing untuk beroperasi. Seharusnya sumber daya ikan kita bisa meningkat dan kenapa produksi tangkapan kita malah turun

Selain dari masalah pendapatan nelayan,kondisi infratruktur didaerah – daerah sentra nelayan kondisi pun sangat memperhatikan. Jalan – jalan yang digunakan sebagai akses distribusi ikan masih banyak yang rusak bahkan belum beraspal, Kurang optimalnya Tempat pelelangan ikan, dan taraf pendidikan yang masih rendah. Belum lagi nelayan nelayan kita di luar negeri bagaimana nasib dan kesejahteraan mereka di sana kita juga tidak benar benar mengetahuinya

Saatnya kebijakan pemerintah untuk perlindungan dan pemberdayaan nelayan diarahkan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku kedaulatan pangan itu. Dan saatnya kesaktian pancasila mulai bisa dirasakan oleh para nelayan kita.

Related Posts:

Aflikasi Kartu Nelayan

Nelayan indonesia kebanyakan mempunyai pendidikan yang masih minim. Dan Mayoritas juga, nelayan kita belum mengetahu apa itu asuransi dan betapa pentingnya asuransi untuk nelayan.Ruang lingkup asuransi nelayan termasuk di dalamnya perlindungan atas kecelakaan kerja yang terjadi meliputi perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi mulai saat berangkat bekerja, di lokasi bekerja, hingga kembali lagi ke rumah dan perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaannya tersebut.

Komitmen menteri KKP dalam memperhatikan kesejahteraan nelayan dengan membuat asuransi nelayan patut mendapatkan apresiasi yang tinggi. Dalam hal ini untuk pendataan dan pembuatannya di limpahkan tugas tersebut kepada Direktorat kenelayanan di bawah Dirjen perikanan tangkap.

Untuk hasil capaian dalam keseriusan kementrian kelautan dan perikanan bisa di lihat dari laporan direktorat kenelayan per bulan september antara lain :
- Aceh dengan jumlah 4295
- Sumatera utara dengan jumlah 4959 
- Sumatera barat dengan jumlah 794
- Riau 321
- Kepulauan riau 62
- Bengkulu 230
- Lampung 147
- Jawa Barat 6769
- Jawa tengah 7308
- Banten 585
- Jawa timur 10393
- Kalimantan tengah 2704
- Kalimantan Selatan  591
- Kalimantan Timur 674
- Gorontalo 329
- Sulawesi Selatan 4120
- Sulawesi Barat 946
- Bali 1128
- Nusa Tenggara Barat 544
- Papua Barat 115
Dari Total semua nelayan tersebut berjumlah 47014 dan jumlah tersebut baru mencapai 4,7% dari Target Asuransi Nelayan pada tahun 2016 yang jumlahnya ada sejuta asuransi untuk nelayan. Dan kedepan semoga nelayan kita akan lebih sejahtera

Related Posts:

Syarat Pengajuan SURAT IJIN USAHA PENANGKAPAN (SIUP)

SURAT IJIN USAHA PENANGKAPAN (SIUP)

  1. Rencana  usaha  meliputi  rencana  investasi,  rencana  kapal,  dan rencana operasional;
  2. Fotokopi  Nomor  Pokok  Wajib  Pajak  (NPWP)  pemilik  kapal  atau perusahaan, dengan menunjukkan aslinya;
  3. Fotokopi  Kartu  Tanda Penduduk (KTP) pemilik kapal atau penanggung jawab perusahaan, dengan menunjukkan aslinya;
  4. Surat keterangan domisili usaha;
  5. Fotokopi akta pendirian perusahaan dengan menunjukkan aslinya;
  6. Fotokopi  pengesahan  badan  hukum  bagi  perusahaan  perikanan   yang menggunakan kapal penangkap ikan dan/atau kapal pengangkut ikan dengan jumlah kumulatif  300 (tiga ratus) GT keatas;
  7. Surat  pernyataan  bermeterai  cukup  dari  pemilik  kapal  atau penanggung jawab perusahaan yang menyatakan:
  • Kesanggupan membangun, memiliki UPI, atau bermitra dengan UPI yang  telah  memiliki  Sertifikat  Kelayakan  Pengolahan  (SKP)  bagi usaha perikanan tangkap terpadu;
  • Kesediaan  mematuhi  dan  melaksanakan  semua  ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

Related Posts:

Kapal Asing sudah tak ada, Kenapa produksi lokal tak meningkat ?


Dengan di berlakukan aturan tentang larangan kapal asing untuk menangkap di perairan indonesia setidaknya sumber daya ikan bisa pulih dan berkembang. Dan sesudah pulih maka dengan sendiri nya nelayan lokal bisa menikmati melimpahnya sumber daya ikan tersebut. Tetapi pada kenyataannya malah berbanding terbalik dimana tingkat produktivitas hasil tangkapan malah menurun.
Penurunan produktifitas inilah yang seharusnya menjadi pekerjaan selanjutnya bagi pemerintah dalam hal ini kementrian kelautan dan perikanan sebagai pengatur regulasi untuk memperhatikan nasib nelayan dalam hal ini nelayan kecil dan tradional.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan produktifitas perikanan menurun diantaranya adalah :
- 1. Syarat dan proses izin penangkapan.
Padahal untuk mengurus syarat dan perizinan sekarang sudah di permudah dengan adanya gerai di setiap daerah dan adanya pengurusan online.bahkan pengurusan online sekarang bisa satu pintu. Pengurusan online
Merupakan salah satu layanan yang diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada masyarakat (perorangan/koperasi/ perusahaan swasta nasional) yang ingin mengajukan permohonan perizinan kegiatan usaha perikanan tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia dan laut lepas, yang meliputi ijin usaha perikanan, ijin penangkapan ikan, ijin pengangkutan ikan, dan ijin penangkapan serta pengangkutan ikan dalam satuan armada penangkapan ikan.
Izin Usaha Perikanan 
adalah izin tertulis  yang  harus  dimiliki  untuk  melakukan  usaha  perikanan  dengan menggunakan sarana produksi yang tercantum dalam izin tersebut.
Izin Penangkapan Ikan
adalah izin tertulis yang harus dimiliki setiap kapal perikanan untuk melakukan penangkapan ikan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SIUP
Izin Kapal Pengangkut Ikan 
adalah izin  tertulis  yang  harus  dimiliki  setiap  kapal  perikanan  untuk melakukan  pengangkutan  ikan  yang  merupakan  bagian  tidak terpisahkan dari SIUP

- 2. Nelayan dan calon tenaga perikanan beralih profesi
Nelayan banyak yg alih profesi kerja didarat, alih penyetaraan ijasah ANT/ATT kapal niaga/penumpang, migrant jadi pelaut perikanan ke LN, resignt kerja dari nelayan. dan para tenaga tenaga yang handal dalam perikanan lebih senang untuk menjadi pegawai karena dalam hal ini perikanan lokal yang belum menjanjikan terhadap kelayakan hidup.
Memang tidak salah apabila nelayan dan tenaga perikanan itu beralih profesi tetapi bagi pemerintah itu sebuah masalah dan tantangan. Apabila sumber daya yang melimpah ini tak ada yang memanfaatkan lalu apa arti dari pemulihan sumber daya yang di canangkan oleh kementrian.

- 3.Kurangnya minat investor di perikanan
Nelayan stop investasi operasional takut bersalah dan dibui dan bangkrut karena aturan gonta-ganti tidak kondusif. itu salah satu dari ketidak pastian hukum untuk para nelayan. Mending stop rugi daripada bangkrut habis total. dan itupun merupakan ketakutan nelayan yang tidak mau melaut kembali. apalagi yang baru mau terjun ke dunia perikanan maka di pastikan investor akan berfikir ulang.
Belum lagi keuntungan yang tidak pasti karena di lautan selain bertarung dengan musim dan ombak. Nelayan lokal harus bertarung dengan para oknum pelaku Pungli.Akibatnya terjadi pengangguran nelayan dan buruh pabrik yg PHK kekurangan bahan baku ikan. Dari 2,7 juta nelayan yg sisa aktif kurang dari 1 juta orang. Data itu di asumsikan dengan tidak melautnya nelayan cantrang di wilayah pantura dan beberapa kapal yang masih mangkrak di pelabuhan pelabuhan

Related Posts:

Dua tokoh penentu Wajah KKP

Kementrian kelautan dan perikanan masih tetap fokus dalam usaha untuk menghapus praktek illegal fishing, keberlanjutan sumber daya perikanan dan kedaulatan di perairan indonesia. Untuk membantu tugas berat ini maka di bentuklah SATGAS 115. Dimana tugas satgas diantaranya juga mengkoordinasikan dengan instansi yang terkait. Sebenarnya kalau boleh jujur seharusnya kementrian koordiansi maritim dan sumber daya alam tidak terlalu dalam untuk mengintervensi atau mengurus tentang kebijakan yang telah di buat dan di tetapkan oleh MKP Susi Pudjiastuti.
Dua minggu yang lalu Pengusaha Perikanan bertemu dengan ibu Susi,
Minggu lalu Gubernur se_ Indonesia bertemu ibu Susi,
Kemaren Senin 19/09 2016 Nelayan dan Pengusaha Perikanan bertemu Pak Luhut, Substansi yang di bicarakan pro kontra :
Permen 56 Thn 2014 tentang Moratorium Izin Usaha Perikanan Tangkap,
Permen 57 Thn 2014 tentang Transhipment muatan kapal di tengah laut,
Permen 02 Thn 2015 tentang Larangan Pukat Hela dan Pukat Tarik,
Dan sudah sangat jelas  Bahwa permen tersebut kepentingannya tetap pada komitmen awal KKP yaitu menghapus praktek illegal fishing, keberlanjutan sumber daya perikanan dan kedaulatan di perairan indonesia.
Jika beliau berdua antara bu susi dan pak luhut bersinergi akan.menjadi mantap perikanan dan kelautan kita.Kita semua setuju tolak illegal fishing dan usir nelayan asing,kita juga harus yakin bahwa nelayan kita mampu mengoperasikan kapal hingga 400 GT tapi kita juga harus sadar kemampuan sumber daya manusia nelayan kita lebih banyak Di bawah 10 GT ,celakanya yang di bawah 10 GT juga banyak sekali terdampak permen 02 tahun 2015.
Kedepan agar pemerintah bisa terus memperbaiki tata kelola kelautan dan perikanan agar hasil yang di dapatkan bermuara pada kesejahteraan nelayan.

Related Posts: