BBG " Energi alternatif pengganti BBM untuk nelayan"

Di bidang perikanan dan kelautan mulai memanfaatkan penggunaan CNG maupun LPG pada kapal perikanan. Program konversi ini direncanakan diberlakukan terutama bagi nelayan skala kecil (kegiatan operasi penangkapan one day fishing). Mengingat sektor perikanan di Indonesia masih didominasi nelayan skala kecil yang sering kali kesulitan melaut karena tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga BBM. Melalui konversi ini diharapkan nelayan dapat memanfaatkan bahan bakar yang harganya lebih murah dari BBM dan biaya operasional penangkapan ikan menjadi lebih ringan.Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komponen penting bagi armada perikanan tangkap di Indonesia.

Ketergantungan yang tinggi akan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu kebutuhan yang cukup besar terutama bagi nelayan. Kebutuhan yang tinggi berpengaruh terhadap harga BBM, terutama pada daerah-daerah yang jauh dari sumber/ sentra industri BBM. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan pasokan yang diikuti dengan ketidakseimbangan harga BBM di pasaran.

CNG adalah singkatan untuk Compressed Natural Gas. Ini adalah salah satu produk alam, yang pada dasarnya mencakup semua senyawa hidrokarbon gas yang berasal dari bumi, dan yang dapat terbakar.Sedangkan Liquefied Petroleum Gas (LPG)/ ELPIJI  merupakan produk dari minyak bumi, selain produk BBM, yang dipasarkan oleh Pertamina. LPG adalah gas minyak bumi yang dicairkan pada suhu biasa dan tekanan sedang, sehingga dapat disimpan dan diangkut dalam bentuk cair dalam bejana dengan tekanan.


Hasil kegiatan sebelum workshop konversi BBM ke BBG
Kedua jenis BBG inilah yang telah diujicobakan dan dilakukan kegiatan pilot project diberbagai tempat dengan beberapa hasil kegiatan berupa manfaat dan kendala yang ada di lapangan.

manfaat dan kendala CNGjika menggunakan harga solar bersubsidi berdasarkan harga resmi Pertamina sebesar Rp. 4.500/liter dan harga CNG non -subsidi dengan harga resmi Pertamina sebesar Rp.3.250/LSD, perhitungan biaya bahan bakar dalam satu kali operasi selama 12 jam dengan menggunakan mesin diesel 16 HP akan mendapatkan selisih biaya bahan bakar saat menggunakan dual fuel dengan perbandingan 40%  Solar dan 60 % dibandingkan solar seluruhnya yaitu Rp. 15.000 yaitu pengurangan biaya operasi dengan solar sebesar Rp 90.000 dikurangi biaya dual fuel sebesar Rp 75.000. Penggunaan dual fuel dapat menghemat biaya operasi bahan bakar sebesar 16,6 % dari biaya penggunaan solar seluruhnya. Dan untuk kendala dalam pengaflikasiannya diantaranya; Belum banyaknya stasiun pengisisan dan penyalur untuk CNG serta untuk pengisisan ulang CNG dirasa nelayan terlalu mahal dikarena beratnya tabung CNG yang mencapai 50 – 70 Kg dan harus diangkat 3 – 4 orang menimbulkan biaya tambahan untuk biaya angkut. 

manfaat dan kendala LPG Dengan menggunakan mesin diesel 16 HP dengan asumsi harga BBM solar sebesar Rp. 6.900 / liter dengan pemakaian solar sebanyak 10 liter, biaya yang dikeluarkan Rp.69.000  setelah menggunakan LPG nelayan cukup membeli solar sebesar 3.1 liter seharga Rp. 21.390 dan membeli LPG sebesar 4.4 kg seharga Rp. 29.335 dengan total biaya Rp.50.725 ,-maka ada penghematan sebesar Rp.26.000 atau sebesar  26 % . Sedangkan untuk kendala dalam penggunaaan LPG tersebut diantaranya ribet atau repot dalam bongkar pasang LPG karena jarak dari rumah dan dermaga perahu cukup jauh , dengan pemasanga LPG di perahu menjadikan area kerja sempit maka mengganggu dalam pengoperasian penangkapan ikan , terganggu nya stabilatas perahu karena diletakan dibelakang perahu, dan nelayan masih khawatir dengan resiko meledaknya tabung karena kurangnya sosialisasi dan Bimtek tentang pemakaian dan pengoperasiannya.

Related Posts:

0 Response to "BBG " Energi alternatif pengganti BBM untuk nelayan""

Posting Komentar