Diklat dasar litkayasa dan perekayasa

Jepara 28 september 2015 telah dibuka diklat dasar litkayasa dan perekayasa. Tujuan dari kegiatan tersebut diharapkan para peserta diklat bisa memahami tugas dan fungsi litkayasa dan perekayasa. Untuk jumlah peserta dari perekayasa berjumlah 30  orang dan jumlah peserta dari litkayasa berjumlah 47 orang.
Adapun panitia pelaksana dari BPSDMKP Sukamandi.Pemberi materi dalam kegiataan ini adalah pegawai BPPT. Karena BPPT adalah pembina dari kedua jabatan fungsional litkayasa dan perekayasa.

Related Posts:

Sail Tomini,kapan ada SAIL KARIMUN JAWA atau SAIL kepuluan seribu??

Sail tomini memang acara yang mengundang perhatian nasional, dan dunia . Diharapkan dengan sail tomini banyak wisatawan yang datang dan bisa menikmati keindahan di Tomini. Acara ini berjalan dengan lancar. Dihadiri oleh presiden indonesia Jokowi dan ibu negara, nampak puloa megawati soekarnoputri presiden ke lima RI,menteri kalutan dan perikana ibu susi pudjiastuti , menko kemaritiman rizal ramli dan menko PMK puan maharani.
Keindahan alam indonesia tidak hanya di tomini tetapi masih banyak lagi kepulauan2 yang bisa dijadikan sail2 yang lainnya. ambil contoh karimun jawa dan kepulauan seribu.mudah2 selain sail tomini  di daerah 2 lainnya bisa mengadaka sail2 yang lain, dengan begitu maka pembangunan kelautan perikanan bisa dipercepat. Selain dari kementerian kelautan dan perikanan diharapkan pemda2 setempat juga ikut dalam mengedepan kan keluatan dan perikanan sebagai sumber pendapatan daerah.
Maju terus dunia perikanan dan kelautan.

Related Posts:

240 persen produksi ikan naik, Kenapa nelayan masih Miskin??

Dengan ditetapkan nya kebijakan untuk menindak tegas para pelaku illegal fishing. Sekarang nelayan kita bisa merasakan hasilnya. Berita terbaru bahwa produksi ikan kita meningkat sekitar 240 persen. Selama 9 bulan kebijakan ini telah berhasil membuat suatu perubahan.

Memang pada perjalannya kebijakan tersebut mendapatkan pro dan kontra, dan itu sudah hal biasa. Tetapi demi kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan negara, kebijakan ini harus dilaksanakan. Sudah beberapa banyak kapal - kapal pencuri ikan yang telah ditenggelamkan. Itu sudah membuktikan bahwa dengan luasa wilayah yang luas banyak potensi ikan kita yang telah dicuri.

Semoga keniakan ini akan terus berlanjut demi untuk kesejateraan nelayan pada umumnya. maju terus bu susi jangan pernah tinggalkan nelayan. Saya percaya dengan dipimpin anda maka kementrian kelautan dan perikanan akan terus berkibar. KIni Sudah dalam 2 tahun kepemimpinan Menteri Susi Pudjiatuti. Jelas di pastikan kenaikan itu udah lebih dari 240 persen.

Kebijakan verifikasi pemberian ijin untuk kapal kapal yang tidak memenuhi aturan juga bisa menambah tingkat produktivitas dari perikanan kita. Kini dengan pemanfaatan jalur jalur yang biasanya di gunakan oleh kapal asing dan kapal ek asing jelas nelayan seharusnya sejahtera. Tetapi kenyataan di lapangan nelayan kita jutru banyak yang menganggur dan tingkat kesejahteraan bukan nya naik malah turun Dratis. Lalu dimana kesalahan itu?

Related Posts:

Susi MKP Bongkar mafia pengusaha Cina

Dalam satu tahun belakangan nama ibu susi semakin terkenal di masyarakat Indonesia. Menteri kabinet jokowi yang paling nyentrik dan paling berani dalam mengambil kebijakan. Keberaniannya di ibarat kan seperti Srikandi. Dari sifatnya yang terkesan cuek mencerminkan beliau tidak terlalu formal dan lebih terkesan santai.
Baru- baru ini  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membongkar sindikat besar dalam illegal fishing, unreported and unregulated (IUU) fishing atau pencurian ikan yang dilakukan Pingtan Marine Enterprise (PME).
Menteri Susi menjelaskan, perusahaan perikanan ini didirikan di Cayman Island dan berkantor pusat di China. Perusahaan ini masuk dalam bursa saham Amerika Serikat Nasdaq.
"Mereka memiliki hubungan kepemilikan, hubungan transaksi dan hubungan manajerial dengan PT Avona Mina Lestari, PT Dwikarya Reksa Abadi, PT Aru Samudera Lestari dan PT Antarticha Segara Lines yang merupakan empat perusahaan tergolong dalam perusahaan yang melakukan pelanggaran berat," ujarnya di kantornya, Jakarta, Kamis (17/9).
Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah melakukan kajian hukum dan menyusun langkah hukum yang akan dilakukan terhadap PME. Susi mengklaim, pengacara kawakan, Todung Mulya Lubis juga membantu dalam langkah hukumnya.
"Ini untuk menghentikan distribusi ikan yang ditangkap secara IUUF, menghentikan keuntungan perusahaan dari kegiatan IUUF dan memastikan agar pelaku IUUF tidak mendapatkan dana publik melalui bursa saham," tutup Susi.
Kini semakin jelas saja bahwa sudah puluhan tahun sumber daya kelautan dan perikanan kita dicuri bahkan dirampok terang -terangan oleh mafia -mafia illegal fishing.

Related Posts:

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2015.



JAKARTA, Kementerian Kelautan dan Perikanan, menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2015. Acara yang diselenggarakan tanggal 09-11 September  2015 di hotel Sahid, Jakarta ini mengambil tema :
“…LAUT MASA DEPAN BANGSA …”.
Dalam acara ini menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli membuka RAKORNAS Tahun 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan ditandai dengan pemukulan Gong di Hotel Sahid Jakarta, ( Kamis 10/11.). Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur bank Indonesia, Kepala BPS, Kepala LAPAN, Komisi IV DPR – RI, Gubernur provinsi se Indonesia, Kepala UPT, Kepala dinas perikanan dan kelautan ( kota / kab ) dan Para stakeholders bidang kelautan dan perikanan.
Menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti dalam sambutannya memberikan paparan tentang Kebijakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan untuk Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan. Dan disela – sela acara dilakukan penandatangan kerjasama dengan  bank Indonesia , BPS dan Lapan.
Maksud dan tujuan diadakan acara rakornas ini adalah untuk percepatan pelaksanaan kebijakan strategis pembangunan perikanan dan kelautan. Percepatan pembangunan ini juga untuk mendukung program nasional Indonesia sebagai poros maritim dunia seperti yang dicanangkan oleh pemerintahan presiden Jokowi.
Ada hal yang menggembirakan dari badan statistic nasional Indonesia bahwa Kebijakan moratorium untuk kapal eks asing yang diberlakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 14 November 2014 lalu mulai dirasakan manfaatnya oleh sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Manfaat yang paling dirasakan adalah terjadinya kenaikan pendapatan di sektor tersebut yang dihitung dalam 2015.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan di sektor perikanan mulai akhir 2014, atau setelah kebijakan moratorium diberlakukan. Kenaikan terjadi di semua sub sektor perikanan yang ada di Tanah Air. Termasuk, meningkatnya jumlah produksi ikan, turunnya harga sejumlah ikan jenis premium dan juga terjadinya kenaikan neraca perdagangan.
Dari data BPS, kenaikan produksi perikanan pada periode Januari-April 2015 terlihat cukup signifikan karena bisa mencapai 50,32 juta ton, dibanding periode yang sama tahun 2013 dan 2014. Meski sementara, jumlah tersebut sudah cukup mewakili bagaimana kondisi sektor perikanan saat ini. Sejak diberlakukannya Peraturan Menteri KP No.56/2014 tentang Moratorium Izin untuk Kapal eks Asing dan Peraturan Menteri KP No.57/2014 tentang Pelarangan Transhipment untuk ke Luar Negeri, terjadi penurunan volume dan nilai produksi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).
Mudah2an denga adanya Rakornas ini nelayan se indonesia bisa lebih sejahtera. Dan dengan momentum rakornas BBPI Semarang bisa lebih semanagat menghasilkan inovasi – inovasi yang lebih kreatif.

Related Posts:

Uji coba mesin 5.5HP berbahan bakar gas

Periode peralihan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) harus sudah dilaksanakan dari sekarang dan menjadi masalah pertama karena ketidakseriusan kita dalam menyikapi hal ini. Polusi dan pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi masalah kedua. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tanpa adanya alternatif bahan bakar lainnya menjadi persoalan berikutnya ditanah air kita Indonesia yang tercinta ini. Konverter kit LPG dan CNG next generation adalah jawaban dari persoalan-persoalan tersebut.

Ada beberapa alasan untuk mengkonversi BBM solar untuk nelayan  ke LPG:
  • Sekarang harga LPG lebih murah, dengan terus naiknya harga bbm, konversi ke LPG jadi lebih masuk akal
  • Seiring dengan konversi Minyak Tanah ke LPG, sekarang lebih mudah untuk mendapatkan LPG, terutama untuk ukuran 3 Kg.
  • Menggunakan LPG lebih baik untuk lingkungan, gas emisi yang keluar dari knalpot mengandung sedikit pulutan. LPG menghasilkan emisi gas Nitrogen Oksida dan CO2 lebih sedikit.
  • LPG merupakan bahan bakar yang lebih baik untuk mesin - mesin akan bertahan lebih lama. LPG mengurangi keausan mesin, karena mengandung sedikit karbon.
  • Tidak ada perbedaan yang nyata dalam hal kinerja dan kekuatan (performance)
  • Kualitas oli akan bertahan lebih lama, pemakaian 6000 km oli tampak masih seperti baru
Sebuah konversi LPG yang baik dengan menggunakan komponen berkualitas, terpasang dengan benar dan sesuai, harusnya membuat kinerja mesin penggerak kapal nelayan seperti ketika nelayan menggunakan mesin diesel .
Sebagai salah satu pilar yang mendukung kemakmuran nelayan BBPI Semarang terus berinovasi dan menggerakan sumber daya yang ada agar konversi BBM ke LPG untuk nelayan mendapatkan hasil yang baik.,

Related Posts:

Ilegal fishing musuh utama kemajuan perikanan

Demikian disampaikan Susi, dalam acara The International Navy, 2nd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 dengan tema Maritime Confidence Building and Mutual Cooperation For Peace and Prosperity, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Ilwhgal
"Perjalanan 9 bulan sangat mengesankan. Hasilnya, sektor perikanan 8,4% tumbuh. Ekspor tuna naik 80%. Ekspor ikan-ikan naik 240%. Kami ingin memberantas illegal fishing. Sebab illegal fishing itu kendaraan untuk kejahatan lain. Ada perbudakan, ada perdagangan ilegal," jelas Susi.

Susi memaparkan kerugian akibatillegal fishing, di antaranya, konsumsi solar ilegal hingga US$ 10 juta. Karena itu, illegal fishing akan menjadi musuh pertama Susi.

"Illegal fishing betul-betul global enemy. Laut untuk masa depan. Laut sumber protein dunia. Perubahan iklim di hadapan kita. Kita harus memberantasillegal fishing. Kerugian kita tidak hanya ikan, tapi bahan bakar, good governance, dan lainnya," jelas Susi.

"Illegal fishing turut membawa migran beserta perdagangan manusia. Bagaimana bisa tidak peduli soal itu," imbuhnya.
Yah seharus kita menjaga lahan kita. Begitj luas hamparan laut kita membuat negara2 lain ingin memanfaatkannya. 
Untuk pemanfaatannya kita masih terlalu kurang juga. Karena selain ketertinggalan IPTEK juga SDM yang kita persiapkan seperti lulusan2 akedemi perikanan ataupun SUPM yang ada masih enggam untuk bekerja di negeri sendiri. Alasan ketidak tarikan para lulusan perikanan adalah masalah penghargaan yang mereka teeima baik gaji maipun tunjangan nya.
Terus brantas mafia illegal fishing.bumi hanguskan mafia yang ada dipelabuhan perikanan. Dan sejahterakan nelayan kita.tetima kasih bu susi.

Related Posts:

Semua demi keberlanjutan dan kedaulatan, apa yang salah?

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daniel Johan kecewa kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurutnya, kebijakan Menteri Susi hanya menambah pengangguran dan mengancam kelangsungan industri perikanan.

Anggota dewan dari Fraksi PKB ini mengatakan, selama Menteri Susi menjabat dengan kebijakannya terjadi pengangguran pada berbagai sektor perikanan, bahkan mencapai 637.000 orang. Mereka semua terdampak karena aturan dari KKP yang tidak memihak kepada rakyat.

"Anak buah kapal sekitar 103.000 orang, buruh unit pengolahan ikan sekitar 75.000 orang, pembudidaya dan nelayan kepiting rajungan sekitar 400.000 orang, penangkapan benih lobster 8.000 orang, pembudidaya lobster 1.000 orang dan pembudidaya ikan kerapu sekitar 50.000 orang," ungkapnya di Jakarta, Selasa (15/9). di kutip dari harian merdeka online.
Setiap kebijakan memang ada prlo dan kontra , Bu susi mengeluarkan kebijakan untuk morotarium kapal eks asing semata2 ingin menertibkan. Karena selama ini sumber daya ikan kita telaeh dicuri oleh kapal2 besar. Dan kalau bicara pengangguran. ,  itu bentuk shockterapi sifatnya sementara. BU susi berkeinginan agar Sumber daya ikan tidak hanya di nikmati untuk generasi sekarang. Tetapi agar bisa dinikmati pula oleh anak cucu.

LEBIH BAIK MATI SATU DARIPADA MATI SEMUA. dan setiap kebijakan pasti ada yang merasa dirugikan, Terus Semangat bu menteri. Jadikan nelayan lebih sejahtera

Related Posts:

BIMTEK Teknologi Adaptif Kelautan dan Perikanan

Pada  tanggal 24 Agustus 2015   BIMTEK Teknologi Adaptif Kelautan dan Perikanan   telah dibuka oleh kepala BBPSEKP  yang diwakili oleh  Bapak  Catur Pramono Adi,M.Si.  di BBPI Semarang.
Dalam sambutannya yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini tengah menyusun arah kebijakan dan sasaran Rencana Strategi untuk lima tahun kedepan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan  Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tanggal 8 Januari 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019. Pembangunan kelautan dan perikanan lima tahun kedepan diarahkan untuk memenuhi tiga pilar yang saling terintegrasi, yakni kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kemakmuran (prosperity). Tiga pilar tersebut terangkup dalam visi KKP, yakni ”Mewujudkan Kedaulatan dalam Mengelola Sumber Daya Kelautan dan Perikanan secara Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat”. 
Dalam masa kempemimpinan Ibu Menteri selama 6 bulan terakhir KKP telah mengukir prestasi melalui beberapa kebijakan yang dapat dirasakan oleh masyarakat kelautan dan perikanan diantaranya yaitu :  Indonesia mendapat pengakuan dunia atas upaya pemerintah yang sangat serius dalam (1) pemberantasan IUU Fishing, dengan memberikan efek jera bagi pelaku illegal fishing . (2). Penghematan penggunaan BBM nasional sebesar 38% akibat moratorium kapal ikan eks- asing. Akibatnya, di beberapa daerah, jarak tempuh nelayan menangkap ikan menjadi lebih dekat,  dan ikan hasil tangkapan lebih banyak dengan ukuran yang lebih besar.

Balitbang KP melalui Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Teknologi Adaptif Kelautan dan Perikanan dimana penyuluh sangat berperan sebagai jembatan antara peneliti dan masyarakat. Teknologi yang dihasilkan oleh peneliti akan disalurkan oleh penyuluh kepada masyarakat sebagai adopter. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha agar ada keterkaitan antara sumber teknologi, proses alih teknologi dan pengguna teknologi agar penyampaian teknologi dapat dilakukan secara informatif, aplikatif dan efektif.  Keterkaitan tersebut dapat berupa kegiatan yang dapat mempertemukan ketiga unsure tersebut (peneliti – penyuluh - masyarakat) guna terjadi komunikasi dan tukar-menukar pengalaman dalam penerapan teknologi.
Tujuan Bimtek  untuk  meningkatkan kompetensi penyuluh perikanan,widyaiswara dan instruktur  kelautan dan perikanan  agar memiliki etos kerja yang produktif, terampil,kreatif,disiplin,profesional dan mampu memanfaatkan,mengembangkan dan menguasai teknologi yang inovatif  dan adaptif. Bimtek ini dilaksanakan di Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang,   pada tanggal 23  s/d 28 Agustus 2015. Dengan jumlah peserta sebanyak 30  orang, adapun materi yang disampaikan  yaitu :  1). Aspek Kelembagaan dan Peranannya Dalam Pengendalian  Usaha  2). Teknologi Rehabilitasi Habitat dan Pemulihan Sumber Daya Ikan melalui Pengembangan Terumbu Karang  3). Kapal Katamaran Multiguna Tenaga Matahari  4). Teori  Teknologi Budidaya Ikan Patin Pasopati  5). Teori dan Praktek Budidaya Ikan Nila Srikandi  di Tambak.

Related Posts:

Menteri susi mengajak para pengusaha untuk berinvestasi di perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan audiensi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Senin (14/9). Audiensi ini dilakukan dalam rangka mengajak pengusaha untuk berinvestasi di sektor perikanan di Timur Indonesia, karena minimnya investasi pengusaha domestik di sektor tersebut

 Kita cari solusi untuk perikanan ini, saya invite anda sebagai stakeholders dibidang industri untuk berinvestasi di sektor perikanan dan kelautan, it’s will be good business, believe me“, papar Susi.

Menurutnya saat ini  potensi perikanan besar sekali, namun ekspor Indonesia yang masih nomor 3 di Asia Tenggara. Oleh karena itulah, Ia mengajak pengusaha-pengusaha untuk berinvestasi di perikanan Indonesia, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

Menteri Susi mengungkapkan, untuk menarik pengusaha lokal menanamkan uangnya, saat ini KKP tengah mengebut infrastruktur sektor perikanan. “Kami sedang bangun bandara untuk logistik ikan, agar bisa diekspor langsung ke luar negeri. Kita juga bangun 15 storage dan processing di Timur Indonesia,” ucapnya.

Dalam hal ini HIPMI yang diketuai oleh Bahlil Lahadalia menanggapi positif ajakan Menteri Susi. Bahlil mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat konsep yang besar untuk membangun usaha di sektor perikanan.

“HIPMI sudah berkomitmen untuk bersama-sama dengan pemerintah dibawah pimpinan Ibu Menteri terkait dengan perikanan untuk dapat memanfaatkan potensi-potensi (red. potensi perikanan) yang belum kami lihat karena ibu yang lebih ahli”, ungkap Bahlil

Related Posts:

Pilot Project Kapal Katamaran

Armada kapal perikanan terdiri dari berbagai jenis bentuk dan ukuran. Berdasarkan statistik perikanan tangkap Indonesia kategori dan ukuran perahu/ kapal perikanan untuk setiap jenis alat tangkap dibedakan berdasarkan 2 (dua) kategori, yaitu perahu/ kapal  bermotor dan perahu tanpa motor. Salah satu jenis perahu bermotor adalah perahu motor tempel yang armadanya berjumlah ± 8000 unit di selatan jawa, bali dan nusa tenggara

Related Posts:

Surat dari nelayan, terus semangat bu menteri susi pudjiastuti

Terus semangat bu menteri susi pudjiastuti.jadikan nelayan indonesia.kami yakin setiap kebijakanmu adalah untuk kemajuan perikanan dan kelautan.tolong mereka bu susi.jadikan para nelayan menjadi pelaut yang tangguh dan pelaut yang sejahtera.sikat habis para pelaku illegal fishing.sikat habis mafia garam.sikat habis pelaku destruktive fishing.kembang biakkan kembali rajungan , kepiting dan lobster indonesia.

Bu susi yang terhormat, alam yang baik dan sumber daya ikan yang melimpah akan habis bila tidak dikelola dengan sdm yang pas2an.didik para pegawai anda untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.karena pendidikan juga penting untuk mengelola sumber daya ikan yang lestari.

Tolong juga para pemilik kapal agar tidak semena mena terhadap para ABK, Banyak dari ABK yang diperbudak tanpa adanya jaminan dari pemilik kapal. Dan jangan jadikan lautan yang begitu luas hanya dikuasai oleh orang yang mempunyai modal besar.
 

Related Posts:

rasa nya sama2 asin "menurut ibu susi "

Kebijakan ibu menteri memang harus diacungi dua jempol. Kebutuhan akan garam dalam negeri masih di dominasi oleh garam impor.padahal indonesia mempunyai garis pantai terpanjang didunia.lalu apakah kita tidak bisa swasembada garam.?
Menurut ibu susi pudjiastuti selaku menteri kelautan dan perikanan bahwa kita mampu untuk swasembada garam sarat yang pertama harus diberikan kepada nelayan garam harusnya harga garam bisa memberikan keuntungan untuk para petani garam.selama ini peyani garam selalu merugi maka tidak heran kalau petani garam mulai meninggalkan budidaya garam dan beralih mencari pekerjaan yang lebih menguntungkan.
Ibu susi sudah meminta kepada kemendag agar mengontrol impor garam dan menentukan quota impor garam harus melibatkan kementrian kelautan dan perikanan. Dan untuk para insdustri diharapkan agat memakai garam produksi dalam negeri.mengenai rasa garam impor sama garam lokal sama2 rasanya asink

Related Posts:

ibu susi akan membangkitkan dua perusahaan BUMN Perikanan

Menteri Susi juga menyampaikan akan memberdayakan kembali dua perusahaan BUMN yakni PT Perikanan Nusantara (Perinus) dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dengan tujuan untuk menjadi lembaga penyangga hasil kelautan dan perikanan
 -PT Perikanan Nusantara (Persero )
PT Perikanan Nusantara (Persero) dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 1998 dan merupakan hasil penggabungan  dari  empat  BUMN   yang   bergerak   di   bidang perikanan, yaitu PT Usaha Mina (Persero), PT Perikani (Persero),   PT Tirta Raya Mina (Persero), dan PT Perikanan Samodra Besar (Persero). Penggabungan tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada tanggal 27 Oktober 2005 dan dinyatakan dalam Akte Notaris Nomor 8 dan Nomor 9 tanggal 8 Mei 2006 yang dibuat dihadapan Notaris Muhammad Hanafi, SH di Jakarta. Perusahaan telah terdaftar secara resmi sejak keluarnya Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor C-16842.HT.01.04. Tahun 2006 tanggal 9 Juni 2006.
Kompleksitas permasalahan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perikanan sebelumnya merupakan suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk tidak terulang kembali bagi PT Perikanan Nusantara (Persero) saat ini maupun yang akan datang. Kegagalan perusahaan  pada dasarnya terjadi karena  “Mismanagement” dalam pengelolaan aset (tangible & intangible aset) termasuk sumber daya manusia (SDM) dan liabilitas (kewajiban/hutang). Disadari pula, adanya kelemahan dan permasalahan saat proses maupun pasca penggabungan menjadi PT Perikanan Nusantara (Persero), merupakan kendala dalam penyehatan perusahaan. 
Oleh karenanya telah menjadi fokus dan tantangan bagi manajemen untuk melaksanakan restrukturisasi internal sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang No.19 Tahun 2003. Upaya ini telah dimulai dengan program “Peta Navigasi I” pada periode Juli 2007 – Juli 2012 yang bertujuan untuk menyehatkan perusahaan agar dapat beroperasi secara efisien, transparan dan profesional. Adapun lingkup program restrukturisasi internal tersebut meliputi: 
a)  Finance, mengatasi defisiensi modal dan menghasilkan struktur keuangan yang sehat dan wajar
b) Operation, meningkatkan daya guna dan hasil guna sumber daya yang ada melalui revitalisasi  asets serta akselerasi           pertumbuhan bisnis.
c) Internal Control System (Organisasi, Sistem dan Prosedur, Sistem Informasi Manajemen, Akuntansi, Control) untuk memperkuat    pengendalian, pertumbuhan yang transparan, akuntabel dan responsibel.
Sebagai kelanjutan program restrukturisasi sebelumnya dan agar terhindar dari kegagalan serupadengan masa lalu maka sebagai satu satunya BUMNPerikanan yang ada saat ini dan benar benar tangguh “Transformasi“ dan “Akselerasi“ merupakan keniscayaan bagi   PT. Perikanan Nusantara (Persero)untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang sehat, wajar dan berkelanjutan (Sustainable Growth). Kedua strategic planning tersebut akan diikuti denganprogram - program aksi dan merupakan komitmen seluruh pegawai bersama Direksi yang  harus terlaksana secara simultan dan terintegrasi selama periodeJuli 2012 – Juli 2017. Komitmen tersebut dituangkan dalam Grand Strategy dengan sebutan PETA NAVIGASI II  PT. Perikanan Nusantara (Persero).
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo)
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) yang sebelumnya bernama Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera (Perum PPS) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1990 diatur kembali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2000 sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2013 merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi tugas dan tanggung jawab dalam rangka mengelola aset negara guna menyelenggarakan pengusahaan dan pelayanan barang jasa dan pengembangan sistem bisnis perikanan kepada pengguna jasa pelabuhan perikanan yaitu nelayan pada khususnya dan masyarakat perikanan pada umumnya serta memupuk keuntungan. Pengusahaan dan pelayanan tersebut di laksanakan di 6 (enam) pelabuhan perikanan yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta di Jakarta, Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan di Belawan; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan di Pekalongan; Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong di Brondong; Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat di Pemangkat, dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi di Prigi.
Modal Perusahaan Umum Prasarana Perikanan Samudera (Perum PPS) berupa sarana prasarana yang dimiliki dan dikelola di 6 (enam) pelabuhan perikanan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 759/KMK/ 0.13/1992 tanggal 13 Juli 1992 dengan nilai sebesar Rp. 24,50 Milyar dan uang tunai sebesar Rp. 4,40 Milyar sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1995 tanggal 21 Januari 1995 serta sarana prasarana dengan nilai sebesar Rp.12,53 Milyar yang berasal dari Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2012 tanggal 10 Agustus 2012, sehingga seluruh Modal Perusahaan pada saat ini sebesar Rp.41,43 Milyar.
Setelah beroperasi lebih dari 23 (dua puluh tiga) tahun, kondisi sebagian sarana dan prasarana telah melampaui usia teknis / ekonomis serta terbatasnya dana perusahaan untuk melakukan investasi dan rehabilitasi secara keseluruhan. Namun demikian upaya optimalisasi usaha terus dilakukan sehingga perusahaan masih dapat melaksanakan misi dan tugasnya dengan baik, bahkan telah mampu mengembangkan usahanya dan menguntungkan. Hal ini dapat di lihat dari capaian 4 (empat) tahun terakhir yaitu tahun 2009 memperoleh laba bersih sebesar Rp. 2.763 Milyar, tingkat kesehatan A, opini WTP ; tahun 2010 laba bersih Rp. 2.639 Milyar, tingkat kesehatan A, opini WTP dan tahun 2011 mengalami peningkatan dengan laba bersih Rp. 4,225 Milyar, tingkat kesehatan AA, opini WTP; selanjutnya tahun 2012, mencapai laba 2,995 Milyar tingkat kesehatan AA, opini WTP.

Related Posts:

BBG " Energi alternatif pengganti BBM untuk nelayan"

Di bidang perikanan dan kelautan mulai memanfaatkan penggunaan CNG maupun LPG pada kapal perikanan. Program konversi ini direncanakan diberlakukan terutama bagi nelayan skala kecil (kegiatan operasi penangkapan one day fishing). Mengingat sektor perikanan di Indonesia masih didominasi nelayan skala kecil yang sering kali kesulitan melaut karena tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga BBM. Melalui konversi ini diharapkan nelayan dapat memanfaatkan bahan bakar yang harganya lebih murah dari BBM dan biaya operasional penangkapan ikan menjadi lebih ringan.Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komponen penting bagi armada perikanan tangkap di Indonesia.

Ketergantungan yang tinggi akan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu kebutuhan yang cukup besar terutama bagi nelayan. Kebutuhan yang tinggi berpengaruh terhadap harga BBM, terutama pada daerah-daerah yang jauh dari sumber/ sentra industri BBM. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan pasokan yang diikuti dengan ketidakseimbangan harga BBM di pasaran.

CNG adalah singkatan untuk Compressed Natural Gas. Ini adalah salah satu produk alam, yang pada dasarnya mencakup semua senyawa hidrokarbon gas yang berasal dari bumi, dan yang dapat terbakar.Sedangkan Liquefied Petroleum Gas (LPG)/ ELPIJI  merupakan produk dari minyak bumi, selain produk BBM, yang dipasarkan oleh Pertamina. LPG adalah gas minyak bumi yang dicairkan pada suhu biasa dan tekanan sedang, sehingga dapat disimpan dan diangkut dalam bentuk cair dalam bejana dengan tekanan.


Hasil kegiatan sebelum workshop konversi BBM ke BBG
Kedua jenis BBG inilah yang telah diujicobakan dan dilakukan kegiatan pilot project diberbagai tempat dengan beberapa hasil kegiatan berupa manfaat dan kendala yang ada di lapangan.

manfaat dan kendala CNGjika menggunakan harga solar bersubsidi berdasarkan harga resmi Pertamina sebesar Rp. 4.500/liter dan harga CNG non -subsidi dengan harga resmi Pertamina sebesar Rp.3.250/LSD, perhitungan biaya bahan bakar dalam satu kali operasi selama 12 jam dengan menggunakan mesin diesel 16 HP akan mendapatkan selisih biaya bahan bakar saat menggunakan dual fuel dengan perbandingan 40%  Solar dan 60 % dibandingkan solar seluruhnya yaitu Rp. 15.000 yaitu pengurangan biaya operasi dengan solar sebesar Rp 90.000 dikurangi biaya dual fuel sebesar Rp 75.000. Penggunaan dual fuel dapat menghemat biaya operasi bahan bakar sebesar 16,6 % dari biaya penggunaan solar seluruhnya. Dan untuk kendala dalam pengaflikasiannya diantaranya; Belum banyaknya stasiun pengisisan dan penyalur untuk CNG serta untuk pengisisan ulang CNG dirasa nelayan terlalu mahal dikarena beratnya tabung CNG yang mencapai 50 – 70 Kg dan harus diangkat 3 – 4 orang menimbulkan biaya tambahan untuk biaya angkut. 

manfaat dan kendala LPG Dengan menggunakan mesin diesel 16 HP dengan asumsi harga BBM solar sebesar Rp. 6.900 / liter dengan pemakaian solar sebanyak 10 liter, biaya yang dikeluarkan Rp.69.000  setelah menggunakan LPG nelayan cukup membeli solar sebesar 3.1 liter seharga Rp. 21.390 dan membeli LPG sebesar 4.4 kg seharga Rp. 29.335 dengan total biaya Rp.50.725 ,-maka ada penghematan sebesar Rp.26.000 atau sebesar  26 % . Sedangkan untuk kendala dalam penggunaaan LPG tersebut diantaranya ribet atau repot dalam bongkar pasang LPG karena jarak dari rumah dan dermaga perahu cukup jauh , dengan pemasanga LPG di perahu menjadikan area kerja sempit maka mengganggu dalam pengoperasian penangkapan ikan , terganggu nya stabilatas perahu karena diletakan dibelakang perahu, dan nelayan masih khawatir dengan resiko meledaknya tabung karena kurangnya sosialisasi dan Bimtek tentang pemakaian dan pengoperasiannya.

Related Posts:

PNBP minim ,tapi ibu susi bisa selamatkan 100 triliun lebih

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tetap berbangga diri kendati realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di kementerian atau lembaga yang dikomandoinya masih minim.

Realisasi PNBP sektor kelautan dan perikanan hingga saat ini baru mencapai Rp 30 miliar, jauh lebih kecil dari target setahun Rp 500 miliar. “Memang ini sangat kecil sekali dibandingkan tahun lalu Rp 277 miliar,” aku Susi dalam rapat Badan Anggaran, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Namun, kecilnya realisasi PNBP tersebut tidak membuat mantan CEO maskapai itu berkecil hati. Bahkan, dia menunjukkan dengan bangga kepada Ahmadi Noor Supit, Ketua Banggar DPR RI, yang dalam beberapa kesempatan menyindir Susi hanya punya cita-cita besar tetapi hasil kinerjanya minim.

Pertama, Susi menjelaskan, dia telah mengeluarkan kebijakan untuk menstop subsidi untuk kapal-kapal di atas 30 gross tonage (GT). Pengurangan subsidi ini bisa menghemat duit negara sampai Rp 12 triliun.

Kedua, bermodal "mengomel", Susi dan jajarannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mendapatkan pembebasan tarif impor untuk produk perikanan yang masuk ke Amerika Serikat. Fasilitas Generalized System of Preference (GSP) tersebut telah menghemat devisa sebesar 400 juta dollar AS.

“Ketiga, aksi anti illegal fishing kita telah mengamankan pemakaian BBM nasional sebesar 36 persen untuk solar. Kalau dinilai, lebih kurang sekitar Rp 100 triliun penghematannya,” kata dia.

Mendengar penjelasan Susi, anggota Dewan dan menteri yang hadir pun riuh. Sementara Ketua Banggar bergeming. “Jadi, saya mending kehilangan Rp 130 miliar (PNBP), tapi dapat mengamankan BBM Rp 100 triliun lebih,” tandas Susi.

Related Posts:

kebijakan ibu menteri kelautan dan perikanan yang terasa di hari ini

menteri susi begitu kerasnya dengan pelarangan kapal 30 gt bekas kapal asing,,dan kebijakan tersebut memberikan nilai yang positif. Dimana para nelayan bisa lebih mengeksplorasi perikanan di indonesia,menurut data statistik saat ini nila pendapatan nelayan naik untuk tahun 2015belum lagi neraca perdagangan ekspor impor produk perikanan kita bisa surplus.
kebijakan lainnya dengan pelarangan alat tangkap trawal menjadikan laut dan sumber daya perikanan lebih lestari dan berkelanjutan.Trawl selam ini kita kenal dengan pukat harimau begitu sadis menggaruk sumber daya ikan tanpa mengenal jenis dan ukuran.
Belum lagi dengan pelarangan impor garam,menteri susi ingin agar petani garam lebih bisa mandiri dan harga dalam negeri bisa lebih baik.terus semangat bu susi

Related Posts:

SIMPUL TIANG



Membuat simpul tiang atau bowline knot menjadi salah satu teknik bidang tali temali yang wajib dikuasai oleh setiap Anak Buah Kapal ( ABK ). Didalam sebuah kapal, Simpul tiang biasa di gunakan untuk menambatkan tali ke tiang bolder di dermaga. Oleh karena itu simpul tiang sangat berguna untuk digunakan di atas kapal
Simpul tiang sebenarnya sama dengan simpul anyam, perbedaannya hanya pada posisi dan manfaatnya atau kegunaannya. Jika simpul anyam dibuat dengan dua ujung dari dua utas tali (antara ujung dengan ujung tali) berbeda dengan simpul tiang yang dibuat dengan satu utas tali dimana simpul dibuat antara ujung tali dengan badan tali. Namun jika diperhatikan bentuk tautan talinya sama.

Manfaat dari simpul tiang adalah untuk membuat sebuah sosok (mata tali) yang kedudukannya tetap (tidak bergeser) atau untuk mengikat sesuatu yang membutuhkan keleluasaan bergerak semisal leher binatang, tiang bolder dll. Dengan simpul tiang, sosok yang terbuat akan tetap dan tidak bergeser (menciut atau melonggar) sehingga leher binatang atau tiang bolder tidak terjerat.

 

Cara Membuat Simpul Tiang

Untuk membuat simpul tiang caranya tidak sulit. Perhatikan terlebih dahulu gambar berikut:


  1. Pertama buatlah sosok di bagian tengah tali.
  2. Ujung tali dimasukkan ke dalam sosok dari arah bawah, kemudian ke atas tali di sisi lain sosok, dan terakhir lewatkan ke belakang (bawah) utas tali yang ada di sebelah atas sosok.
  3. Lingkarkan tali pada utas tali tersebut, kemudian masukkan ujung tali ke dalam sosok.
  4. Tarik kedua badan tali beserta ujung tali sehingga simpul menjadi erat.

Nah, simpul tiang dengan persamaan dan perbedaannya dengan simpul anyam, manfaat dan kegunaan simpul tiang, serta langkah-langkah membuat simpul tiang yang dilengkapi dengan gambar telah diuraikan. Dengan latihan yang tekun dan sungguh-sungguh simpul tiang yang dapat diaplikasikan dalam berbagai kegiatan sehari-hari ini pasti telah dikuasai.

Related Posts: