Tentang IKAN TONGKOL

Tongkol,(Euthynnus affinis) adalah sejenis ikan laut dari suku Scombridae. Terutama menjelajah di perairan dangkal dekat pesisir di kawasan Indo-Pasifik Barat. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai kawakawa, little tuna, mackerel tuna, atau false albacore.
Tongkol merupakan ikan tangkapan nelayan yang penting di berbagai negara di wilayah sebarannya. Tongkol como terbanyak ditangkap di Filipina, Malaysia, dan Pakistan; sementara di India ikan ini menduduki posisi yang cukup penting. Produksi dunia ikan ini (dari catatan 8 negara) pada tahun 1975 hingga 1981 berkisar antara 44-65 ribu ton pertahun, dengan lonjakan hingga 84 ribu ton pada tahun 1977. Sedangkan antara tahun 1990-1995, Statistik Perikanan FAO merekam angka produksi tahunan antara 90.987 hingga 111.996 ton. Beberapa pelabuhan pendaratan tongkol yang penting di Indonesia, di antaranya, adalah Manado, Padang, Cilacap, Tegal, dan Sumenep.
Ikan ini umumnya ditangkap bercampur dengan jenis lain. Alat tangkap yang digunakan terutama adalah jaring insang, dan juga pancing tonda. Kadang-kadang ikan ini didapat pula lewat pengoperasian pukat pantai atau pancing rawai. Tongkol diperniagakan dalam bentuk ikan segar, ikan beku, dan dikalengkan. Juga dalam rupa-rupa ikan olahan: dikeringkan, diasinkan, diasap, atau dipindang. Dagingnya berkualitas baik bila segar, namun dengan cepat akan memburuk bila tidak ditangani dengan baik.
Ikan tongkol yang berukuran sedang; panjang maksimum sekitar 100 cm FL (fork length), namun umumnya hanya sekitar 60 cm. Ikan ini mempunyai morfologi tubuh Punggung berwarna biru gelap metalik, dengan pola coret-coret miring yang rumit mulai dari pertengahan sirip punggung pertama ke belakang; sisi badan dan perut putih keperakan, dengan bercak-bercak khas berwarna gelap di antara sirip dada dan sirip perut, yang tidak selalu ada. Tanpa sisik, kecuali di wilayah corselet dan gurat sisi. Gigi-gigi kecil dan mengerucut, dalam satu baris. Sisir saring berjumlah 29-34 pada lengkung insang yang pertama. Sirip punggung pertama dengan XI hingga XIV jari-jari keras (duri), terpisahkan dari sirip punggung kedua hanya oleh suatu celah sempit, yang lebih sempit dari pada lebar mata. Duri-duri di awal sirip punggung pertama jauh lebih panjang dari pada duri-duri di belakangnya, membuat tepi atas sirip depan ini melengkung dalam. Sirip dada pendek, ujungnya tidak mencapai celah di antara kedua sirip punggung. Terdapat dua tonjolan (flaps) di antara kedua sirip perut. Sirip-sirip kecil (finlet) 8-10 buah di belakang sirip punggung kedua, dan 6-8 buah di belakang sirip dubur.
Menurut Tabrani (1997), secara anatomi komposisi ikan tongkol terdiri atas : 
  • Tulang – tulang antara lain : tulang belakang, tulang kepala, tulang iga, dan tulang sirip. 
  • Otot, sebagian besar terdiri dari otot putih dan sebagian kecil pada permukaan terdiri atas otot merah. 
  • Kulit dan sirip 
  • Viscera, usus dan termasuk didalamnya saluran kencing yang merupakan factor utama penyebab pembusukkan.
Selain dari segi anatomi, komposisi ikan tongkol berdasarkan bagian protein dan lemaknya : mengandung lemak 36,0%, protein 11,3%, air 52,5%, dan mineral 0,53%.