Jaring lingkar bertali kerut (Purse seine) tipe lengkung

Jaring lingkar bertali kerut (Purse seine) tipe lengkung adalah alat penangkap ikan berupa jaring yang terdiri dari sayap, badan dan kantong semu yang membentuk trapesium dan dilengkapi dengan cincin dan tali kerut yang pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan dengan menggunakan satu kapal atau dua kapal.

Seperti sahabat Perikanan ketahui bahwa Purse seine mempunyai tipe antara lain purse seine tipe lengkung dan purse seine tipe slendang. Untuk Tipe lengkung di daerah mempunyai nama nama yang berbeda.

Related Posts:

kunjungan PLT.DIRJEN TANGKAP yang juga sebagai kepala BKIPM



BBPI mendapatkan kunjungan rombongan dari jakarta,diantara rombongan tersebut ada PLT.DIRJEN TANGKAP yang juga sebagai kepala BKIPM (Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bapak R. Narmoko Prasmadji, SH, MA ) didampingi Direktur KAPI ( Kapal dan Alat Penangkap Ikan ) serta nampak beberapa pejabat dari Jakarta yang lain nya. Kunjungan ke BPPI semarang dilaksanakan tgl 27 Juli 2015 untuk  bersilatuhrahmi kebetulan masih dalam suasana lebaran dan memberi arahan kepada para pegawai BBPI Semarang.
Menurut Pak narmoko Mengatakan  di BBPI inilah beliau mempunyai beberapa kenangan dimana beliau memperjuangkan agar BBPI masih di bawah naungan dirjen tangkap.Beliau mempunyai harapan besar terhadap BBPI.Untuk kedepannya tugas BBPI agar bisa berskala nasional dimana setiap produk inovasi yang dihasilkan bisa bersaing dengan pasar. Mengenai visi BBPI Semarang ke depan, Beliau mengharapkan agar Badan BBPI Semarang perlu melakukan lompatan dalam menghasilkan teknologi dan lompatan dalam membumikan teknologi. Teknologi yang telah ada dapat dijadikan star awal untuk pengembangan dalam rangka lompatan inovasi tekologi yang lebih menyapa nelayan.Beliau juga menambahkan bahwa BBPI harus bangkit karena BBPI adalah ujung tombak perikanan tangkap diindonesia.Dengan anggaran yang besar diharapkan BBPI menjadi New BBPI,atau BBPI yang baru,dimana BBPI menjadi tempat solusi buat para nelayan
Sehubungan dengan ibu Menteri Kelautan dan perikanan, perikanan untuk tahun ke depan akan lebih menitikberatkan pada perikanan industri. Pak narmoko  mengatakan kita harus sungguh-sungguh mengembangkan industri perikanan. Program perikanan ke depan bukan bagaimana cara menangkap ikan, tetapi bagaimana ikan ini dapat dijaga kualitas mutunya.Kualitas mutu di mulai dari penangkapan,pengolahan dan pemasarannya. Di antara kegiatan di kementrian kelautan dan perikanan, semangat hidup jiwa pengusaha dari ibu menteri kita yang bisa diaflikasikan dalam kegiatan di BBPI,Semarang
Semoga apa yang beliau harapkan dikemudian hari BBPI bisa mewujudkan nya.dan BBPI bisa menghasilkan teknologi-teknologi yang bisa digunakan dan memajukan nelayan dan perikanan di Indonesia umumnya.
BBPI jaya,Nelayan Bahagia.

Related Posts:

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN DARI BBPI SEMARANG



( Semarang, 24/07/2015 ) Pegawai Kantor Balai Besar Penangkapan ikana pada hari Jumat (24/7/2015) menggelar acara Halal Bi Halal. Acara yang berlangsung dengan sederhana ini dilaksanakan di aula Kantor lantai 3 dan dihadiri oleh semua pegawai, keluarga dan para pensiunan .
Dalam kesempatan itu kepala BBPI,Semarang mengatakan pentingnya moment halal bi halal tersebut.Beliau juga mengatakan dalam halal bi halal tidak hanya sebagai ajang meminta maaf,karena meminta maaf bisa dilakukan setiap hari.Meminta maaf tidak harus dari staf ke pimpinan,terkadang meminta maaf harus dimulai dari pimpinan ke staffnya. Halal bi Halal yang digelar di BBPI merupakan momentum bagi seluruh Pegawai untuk memperkuat pondasi persaudaraan dalam semangat memajukan BBPI. Melalui Halal bi Halal ini, seluruh Pegawai BBPI melebur menjadi satu, merendahkan hati dan saling memaafkan setiap salah dan khilaf yang pernah ada
Halal bi Halal yang digelar diBBPI,semarang  menghadirkan Ustad fahrurozi   untuk menyampaikan Hikmah Halal bi Halal. Melalui ceramahnya, Ustad fahrurozi  mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah tidak hanya kepada sesama muslim namun juga kepada sesama manusia yang berbeda agama.
Menjaga hubungan persaudaraan memiliki makna yang sangat luas, jika diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari dapat dimaknai sebagai perilaku yang menjaga perkataan dan perbuatan sehingga tidak menyakiti ataupun menyinggung perasaan orang lain. “Menjaga hubungan persaudaraan sangatlah penting, bukan hanya di lingkungan keluarga namun juga di lingkungan kerja, dan di manapun manusia berada,” papar Ustad fahrurozi
 Hubungan persaudaraan yang terjaga dengan baik akan melahirkan ruang sosial yang nyaman bagi setiap orang yang berinteraksi didalamnya, tidak terkecuali di lingkungan kerja. Perasaan  nyaman berada di lingkungan kerja akan membuat pegawai merasa betah untuk berada di lingkungan kantor, dan lebih berkonsentrasi dalam menjalankan tugas dengan demikian target pencapaian yang telah ditetapkan perusahaan dapat tercapai dengan baik.
MINAL AIDZIN  WAL FAIDZIN

Related Posts:

penangkapan ikan yang ramah lingkungan

Pada prinsipnya penangkapan ikan yang ramah lingkungan berkaitan erat dengan perilaku pengguna yang dalam hal ini nelayan untuk berupaya agar aktifitas yang dilakukan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan perairan. Prinsip tersebut disuaikan dengan artikel 7 dari Code of Conduct for Resposible Fisheries (FAO, 1995) diantaranya adalah :
1. Dalam hal menangkap ikan, pelaku perikanan dalam hal ini para penangkap ikan wajib bertanggung jawab dalam arti kegiatan penangkapan yang dilakukan senantiasa mempertimbangkan perlindungan dan pengelolaan sumberdaya atas dasar pertimbangan dukungan data yang baik serta pengetahuan lainnya tentang sumberdaya dan habitatnya.
2. Adanya upaya menjaga kualitas, keragaman dan ketersediaan sumberdaya perikanan dalam jumlah yang cukup bagi generasi sekarang dan mendatang, yaitu dengan mencegah adanya kondisi lebih tangkap, pemanfaatan yang seimbang sesuai dengan jumlah hasil tangkap yang diperbolehkan.
3. Alat penangkap yang dioperasikan harus selektif terhadap sasaran ikan yang ditangkap (target species).
4. Adanya upaya penanganan (handling) hasil tangkapan yang memadai dalam rangka mempertahankan gizi, kualitas dan keamanan hasil olahan dan upaya memperkecil resiko timbulnya pencemaran lingkungan dari hasil buangan baik dalam aktifitas penangkapan maupun pada saat pengolahan.
5. Melakukan upaya konservasi terhadap pada habitat yang kritis, mangrove, perairan karang, tempat memijah ikan dan lain-lain.
6. Memberikan peluang dan perlindungan yang semestinya terhadap perikanan rakyat berskala kecil atas kelangsungan usaha, lapangan kerja, pendapatan dan kemanan serta kemudahan dalam mendapatkan fishing ground. Bahwa sumberdaya ikan sebagai sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) keberadaannya perlu dilindungi dan dikelola secara bijaksana untuk menjamin agar jumlah hasil tangkapan ikan tidak melebihi Maximum Sustainable Yield (MSY). Kondisi ini untuk menyesuaikan antara upaya penangkapan (fishing effort) dengan potensi sumberdaya ikan yang tersedia.
7. Usaha penangkapan ikan harus dilaksanakan dengan tetap mempertimbangkan dan bertanggung jawab terhadap ekologi dan lingkungan untuk melindungi stock dan habitat lautan, dan untuk memanfaatkan sosial ekonomi yang maksimal.

Related Posts:

Setelah "Illegal Fishing",menteri Susi Bakal Berantas “Destructive Fishing”



) Setelah dengan berbagai gebrakan untuk memberantas Illegal Fishing,Kini ibu susi pudjiastuti selaku menteri kelautan dan perikanan akan membuat kebijakan program yang baru yaitu” Destructive fishing” Praktik perikanan destruktif salah satu bagian dari kejahatan yaitu kegiatan penangkapan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia dengan cara merusak sumberdaya ikan dan ekosistemnya melalui penggunaan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak, alat atau cara serta bangunan sehinggamerugikan atau membahayakan kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungannya.Keadaan ini dikatakan sebagai kejahatan atau melanggar hukum (illegal ) karena memiliki dampak temporal, bukan saja pada saat tindakan dilakukan (destructive fishing ), tetapi juga dimasa yang akan datang.Merusak sumberdaya dan lingkungan perikanan pada saat ini akan membawakerugian bukan saja bagi generasi sekarang tetapi juga bagi generasi masa depan, karena sumberdaya dan lingkungan perikanan memiliki kemampuan memperbaharui diri yang terbatas.
“Selesai dengan illegal fishing ini, kita akan merambah ke destructive fishing, yaitu penangkapan ikan yang memakai bom dan seine (salah satu jenis alat tangkap ikan) ,” kata beliau,ibu susi juga menjelaskan, penangkapan ikan menggunakan bom dan trawl merusak biota laut dan terumbu karang (coral reef).

Ibu Susi mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan eksportir lobster dan pengusaha kargo. Dari pertemuan tersebut, Susi mendapat informasi tentang ekspor terumbu karang. Terumbu karang yang diekspor tersebut berasal dari laut (alam). “Mereka yakin dari 100 persen ekspor coral reef itu, 99 persen diambil dari alam. Jadi kalau ada yang bilang dari pembiakan, itu bohong,” tegas ibu Susi.

Dalam rapat koordinasi tentang El Nino dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Susi meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga memiliki perhatian untuk mengembalikan kelestarian terumbu karang dan juga hutan bakau.

“Saya akan menertibkan destructive fishing. Tapi kalau rumahnya (ikan) diambil jadi tidak bermanfaat. Bakau, kita mesti jaga bakaunya. Sustainability of fisheries ini juga bergantung KLHK,” kata Susi menambahkan.
Saat ini Balai Besar Penangkapan Ikan mendapatkan tugas tambahan melalui seksi Habitat Sumber daya ikan dimana salah satu tugasnya yaitu memperbaiki dan membuat habitat untuk sumber daya ikan ( diolah dari berbagai sumber )

Related Posts: