cantarang oooh cantrang



Pemerintah akan kembali memberlakukan penggunaan alat tangkap cantrang secara terbatas untuk kapal ikan berukuran dibawah 30 Gross Ton (GT). Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Gellwyn Jusuf pada konfrensi pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta.
Menurut Gellwyn larangan pukat hela dan pukat tarik telah menimbulkan reaksi masyarakat, baik pro dan kontra. “Kalaupun cantrang mau digunakan kembali, harus ada sejumlah persyaratan ketat dengan mengacu pada aturan yang ada,” tegas Gellwynn.

Kompromi penggunaan cantrang dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di WPPRI.
Adapun dalam ketentuan itu disebutkan bahwa penggunaan cantrang disyaratkan pada kapal berukuran di bawah 30 GT, menggunakan ukuran mata jaring (mesh size) lebih dari 2 inci, tari ris minimal 60 meter, dan terbatas dioperasikan pada jalur penangkapan ikan II dan III di perairan WPP 711,712 dan 713.
Penggunaan cantrang akan didahului dengan verifikasi atau pengecekan ulang ukuran kapal guna memastikan ukuran kapal telah sesuai dengan persyaratan. Kewenangan pengukuran berada di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Akan tetapi, untuk penerapan verifikasi juga akan melibatkan tim dari KKP.

Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja menyebutkan, hasil pengukuran ulang kapal akan mengerucut pada dua opsi tindakan. Jika kapal dengan alat tangkap cantrang tersebut terbukti berukuran di bawah 30 GT, kapal diwajibkan menjalani masa transisi untuk mengganti alat tangkap dengan batas waktu hingga September 2015. “Pemerintah mempunyai tugas dan kewajiban memfasilitasi nelayan ke bank untuk membantu kredit penggantian alat tangkap,” imbuh Sjarief.

Related Posts:

IN HOUSE TRAINING,PEGAWAI BBPI,SEMARANG




( Semarang, 21/03/2015 ) Dalam rangka Upaya BBPI untuk lebih mengoptimalkan  Sumber Daya Manusia yang ada di BBPI,semarang maka dilaksanakanlah kegiatan “ Peningkatan Kinerja Tenaga Teknis Alat Tangkap Melalui In House Training”.Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal  16 maret 2015 sampai dengan 21 maret 2015.Peserta yang terlibat dalam kegiataan ini berjumlah 22 orang staf dari BBPI,Semarang.Adapun maksud dan tujuan yang lain dari kegiataan ini adalah terbentuknya tenaga teknis yang mampu mengelola sumber daya ala Indonesia,Mengembangkan inovasi alat penangkapan ikan,penyebar luasan informasi,dan ajang transfer teknologi.Agus suryadi yang selaku ketua panitia membuka acara kegiatan ini dengan mengharapkan agar para peserta bisa serius dan bisa mengambil manfaat dari kegiatan ini

Materi dalam kegiataan Peningkatan Kinerja Tenaga Teknis Alat Tangkap Melalui In House Training Diantaranya :
1.Pengenalan Alat Tangkap GILLNET
2.Desain  Alat Tangkap GILLNET
3.Teknik Pengoperasian Alat Tangkap GILLNET
4.Praktek mendesain dan Pembuataan Alat Tangkap GILLNET

Menurut Hudring selaku nara sumber mengatakan bahwa”kegiatan ini salah satu sarana untuk melatih para tenaga teknis agar lebih mengerti tentang alat tangkap ikan khususnya gillnet,Apalagi dalam waktu dekat para senior- senior di BBPI,Semarang akan memasuki masa purna tugas dan ditangan para generasi muda inilah maju mundurnya BBPI,Semarang.
Harapan ke depannya selain pelatihan in house training para peserta juga menginginkan adanya pelatihan-pelatihan yang lainnya.Banyak dari para  peserta yang masih banyak kekurangannya.Ibarat kata pisau semakin diasah maka akan semakin tajam,bila tidak digunakan maka akan tumpul dan berkarat.
.

Related Posts:

PENJAJAKAN LAMPU LED DI PALABUHANRATU,SUKABUMI




( Sukabumi, 23/02/2015 ) Kegiatan penjajakan lampu LED adalah suatu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk memahami secara umum dari gambaran tempat pelaksanaan kegiatan.
Penekanan dari langkah ini adalah upaya tim Fasilitator untuk memahami secara umum kondisi dan gambaran dusun/RW yang bersangkutan, serta menjajaki dan melakukan upaya-upaya awal dalam pembentukan tim pelaku.
b.   Tujuan

  1. Tersosialisasikannya gambaran awal dan umum tentang kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di antara aparat dusun/RW dan para pengurus lembaga-lembaga di lingkungan dusun/RW, serta para tokoh masyarakat di tingkat dusun/RW.
  2. Diperolehnya gambaran umum kondisi setiap dusun/RW.
c.   Hasil yang diharapkan :

a. Produk Teknis
- Sejumlah data dan informasi langsung tentang kondisi umum setiap dusun/RW.
- Sejumlah data dan informasi langsung tentang masalah PNPM Mandiri Perdesaan setiap dusun/RW.
b. Kondisi yang diharapkan terjadi pada tahap ini adalah :
- Lembaga-lembaga di lingkungan dusun/RW, para tokoh masyarakat tingkat dusun/RW, serta perwakilan kelompok di setiap  dusun/RW memiliki gambaran umum tentang prinsip-prinsip dan tata cara penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan.
- Aparat dusun/RW, para tokoh masyarakat di tingkat dusun/RW serta perwakilan kelompok di setiap dusun/RW bersedia menindaklanjuti kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan dengan membentuk tim pelaku  kegiatan PNPM di setiap dusun/RW.

d.   Langkah-langkah kegiatan

1.  Mengumpulkan dokumen/arsip yang dibutuhkan dari lembaga dusun/RW, untuk mendapatkan data sesuai acuan yang direncanakan pada langkah persiapan.
2.  Melakukan wawancara semi-terstruktur dengan aparat dusun/RW, pengurus lembaga di lingkungan dusun/RW, dan tokoh masyarakat.
3.  Meminta nama dan identitas warga yang dapat menjadi narasumber kunci, narasumber pilihan, serta warga yang dapat dijadikan tim pelaku
4.  Melakukan pengamatan langsung secara umum pada lokasi dusun/RW tersebut untuk mendapatkan penguatan dan penajaman atas pemahaman yang sudah diperoleh dari data-data sekunder.
























Related Posts:

Cek Fisik Kapal Dan Alat Penangkapan Ikan


( Pati, 11/03/2015 ) Pada tanggal 11– 03 – 2015,BBPI mengirim  Petugas Cek fisik kapal perikanan ke Juana,Pati.Tenaga Petugas tersebut adalah saudara Muhammad najib.Tujuan dari pelaksanaan kegiataan cek fisik kapal menurut beliau adalah . Bahwa untuk memperoleh Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan atau Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) perlu dilakukan pemeriksaan terhadap fisik dan dokumen kapal perikanan yang akan digunakan serta bahwa pemeriksaan fisik dan dokumen kapal perikanan sebagaimana dimaksud  merupakan prasyarat dan sebagai dasar pertimbangan dapat atau tidaknya izin kapal perikanan diterbitkan.

Jumlah kapal yang akan dilakukan cek fisik kapal ada 6 buah kapal perikanan dan beralat tangkap purse seine. Sebelum dilakukan kegiatan itu,Petugas memeriksa kelengkapan Dokumen kapal.Beberapa  hal  yang dilakukan disaat Cek fisik kapal  Diantara nya :

1.  Pemeriksaan Fisik Kapal Perikanan.

Dalam hal ini pemeriksaan meliputi bagian di atas dan di bawah dek. Pemeriksaan di atas dek dilakukan terhadap ukuran utama kapal seperti Panjang, Lebar, Tinggi dan karakteristik lainnya seperti Sheer, Trim, Slip, Way, Rigger, Boom serta peralatan yang ada di dalam kamar kemudi seperti kompas, peralatan penginderaan jauh, alat komunikasi dan sebagainya. Sedangkan pemeriksaan di bawah dek dilakukan terhadap: kapasitas, palkah, ruang penyimpanan barang (storage), Toilet,ruang kamar mesin , ruang pengolahan;serta dapur.

2. Pemeriksaan Mesin dan Alat Bantu Penangkapan

Terhadap mesin dan alat bantu juga dilakukan pemeriksaan utamanya untuk mengetahui nomor, merk, tahun pembuatan, dan spesifikasi lainnya. Disamping mesin utama yang digunakan, mesin bantu (gen set) alat bantu seperti : line hauler, winch, power block, water spinkle, angli machine, lampu sorot dan lainnya. Hal ini untuk mengetahui apakah keberadaan alat bantu tersebut sesuai atau tidak dengan peruntukannya;

3. Pemeriksaan Alat Penangkapan Ikan

Pemeriksaan terhadap alat penangkapan ikan sebaiknya dapat dilakukan dengan membuka atau membentangkan alat yang hendak diperiksa. Hal ini untuk mengetahui struktur dan komponen alat penangkap ikan secara terinci. Karakteristik alat penangkap ikan sebaiknya dicatat dan dibuat sketsa atau basic designnya;

Cek fisik kapal perikanan dan dokumen kapal merupakan kegiatan yang sangat penting dan BBPI sebagai instansi yang selama ini dijadikan rujukan untuk kapal dan alat tangkap perikanan diharapkan mampu mempersiapkan SDM untuk menjadi petugas cek fisik kapal.Dan Diharapkan pula ada regenerasi .Muhammad Najib juga mengungkapkan bahwa petugas cek fisik kapal Di BBPI Semarang sangat kurang jumlahnya.mudah- mudahan untuk ke depan akan muncul petugas cek alat penangkap ikan dan petuas cek kapal perikanan yang professional.  

Related Posts: